<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-528509270566599900</id><updated>2011-11-27T17:24:02.826-08:00</updated><category term='LIBURAN'/><category term='BUDAYA'/><title type='text'>budaya dan wisata indonesia</title><subtitle type='html'>info budaya,wisata indonesia,budaya indonesia,budaya budaya,macam-macam tarian,macam-macam pusaka,kekayaan indonesia,info budaya,info wisata,wisata jawa timur,kesenian tradisional,kesenian tradisional</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kesenian.budaya.tradisional.indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09367158636728233982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-528509270566599900.post-1179123582779167541</id><published>2009-11-01T22:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T22:42:49.697-08:00</updated><title type='text'>SEPULUH KEINDAHAN INDONESIA</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://KEINDAHANINDONESIA"&gt;KEINDAHAN INDONESIA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Halo,kesempatan kalimini aku mau nyeloteh mengenai 10 tempat wisata dalam negeri yang aku rekomendasikan yang tentunya menawarkan beragam kesenagan dan tantangan. Jika bisa, beri komentar ya….&lt;br /&gt;JAKARTA  TEMPOE  DOELOE&lt;br /&gt;Mari menikmati keindahan bangunan “tempoe doeloe” di kawasan Jakarta Utara sambil berjalan kaki. Apa saja yang bisa kalian temui?&lt;br /&gt;1. Pelabuhan Sunda Kelapa yang menjadi cikal bakal terbentuknya kota Jakarta karena jaman dahulu pelabuhan ini dipakai untuk berdagang oleh bangsa-bangsa Asia dan Arab.&lt;br /&gt;2. Museum Bahari yang dibangun pada tahun 1952 ini, dahulu berfungsi sebagai gudang rempah-rempah milik VOC. Kini museum ini menyimpan koleksi replika kapal dari seluruh nusantara.&lt;br /&gt;3. Museum sejarah Jakarta memiliki arsitektur  yang klasik dan merupakan gedung tertua di Jakarta&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KARIMUN  JAWA  NAN  EKSOTIS&lt;br /&gt;Kepulauan Karimun Jawa terletak di perairan utara Laut Jawa dan merupakan bagian dari Kabupaten Jepara. Selain sebagai desa permukiman nelayan, Karimun Jawa juga merupakan kawasan taman Nasional dan Pariwisata. Di kepulauan ini terdapat beraneka ragam flora dan fauna langka dan endemic seperti Penyu Sisik Hijau, Elang Jawa, Pohon Dewadaru, Bunga Karang Langka. Laut Karimun Jawa Memiliki Biota Laut yang yang sangat kaya seperti kawasan Bunaken.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KABUT  GUNUNG  HALIMUN&lt;br /&gt;Taman Nasional Gunung Halimun yang terletak di propinsi Jawa Barat bisa dimasuki dari daerah Sukabumi. Halimun yang dalam bahasa Sunda berarti “kabut” ini memiliki beraneka ragam koleksi tumbuh-tumbuhan, pohon, dan serangga. Selain dapat mendirikan kemah, kamu juga bisa memilih untuk menginap di wisma tamu. Nikmati keindahan alam seperti meniti canopy walk yang disangga olehh pohon-pohon besar. Kamu juga bisa melakukan trekking yang melewati rute-rute dengan pemandangan alam yang indah sepeti air terjun dan aneka tumbuhan yang menarik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;CANDI  BAKA  TEMPAT  ASYIK  BIKIN  MMS&lt;br /&gt;Candi Baka terletak sekitar 3 kilometer ke arah selatan Candi Prambanan. Kraton ini dibangun di atas bukit. Letaknya yang tinggi menandakan kraton ini dibangun sebagai salah satu tempat terhormat. Bangunan candi ini memiliki filosofi yang sangat kuat. Karena lokasinya yang tinggi menandakan hubungan antara bumi dan langit. Dari arah selatan gerbang Kraton Baka, kamu bisa melihat Candi Prambanan yang megah. Menjelang matahari terbenam, pemandangannya sungguh fantastis. Dengan latar depan kraton Baka, kamu bisa mengabadikan keindahannya dengan kamera ponsel dan mengirim MMS ke teman-teman lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SURGA DI PULAU DEWATA&lt;br /&gt;Jika kamu menyebut tempat wisata di dunia, maka Bali menjadi salah satu diantaranya. Daerah yang terkenal eksotis karena keindahan alam, keramahan penduduk , dan kekayaan budaya ini merupakan sejuta pilihan untuk berlibur.&lt;br /&gt;1. Pantai Kuta terkenal dengan hamparan pasir putih dan ombak yang menyenangkan untuk sekedar berjemur menikmati cahaya matahari. Pilihan lainnya kamu juga bisa mencoba beragam olahraga air.&lt;br /&gt;2. Nikmati sejuknya desa adat Ubud yang terletak d dataran tinggi Pulau Dewata. Berjalan-jalan santai sambil mengamati kehidupan masyarakat setempat dan keindahan seni yang sangat kental.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; BANDUNG HERITAGE&lt;br /&gt;Mengunjungi tempat bersejarah tidak kalah menyenangkan untuk dilakukan pada saat liburan. Jika kamu berkunjung ke Bandung ada beberapa tempat bersejarah yang bisa kamu kunjungi. Mulailah dari gedung sate yang menjadi maskot kota Bandung. Dinamakan gedung sate karena gedung ini memiliki desain yang artistik dan di bagian puncaknya terdapat bentuk tusuk sate dengan enam bulatan yang melambangkan bahwa bangunan tersebut dibangun dengan biaya 6 juta Gulden. Lanjutkan ke Jalan Asia Afrika yang merupakan jalan raya pertama di kota Bandung. Sedangkan Gedung Merdeka menjadi bukti sejarah berlangsungnya konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PANORAMA  MANADO&lt;br /&gt;Kota yang terletak di Pulau Sulawesi ini memiliki tempat-tempat wisata yang menawarkan pemandangan nan indah. Mulai dari Dataran tinggi hingga alam bawah lautnya, keindahan Manado memang tidak bisa dipungkiri.&lt;br /&gt;1. Bunaken yang kaya akan keindahan alam bawah laut dapat ditempuh dengan menggunakan veri dari Manado selama 15 menit.Selain bisa menikmati pemandangan laut secara langsung dengan diving atau snorkeling, kamu juga bisa minikmatinya dari atas perahu yang dasar kaca.&lt;br /&gt;2. Tomohon merupakan kawasan wisata yang terletak di dataran tinggi.Di sana terdapat beberapa tempat rekreasi yanga menyenangkan yaitu: Lokon Resting yang memiliki pemandangan yang indah,kolam renang,mini cafe,dsb; Kolam renang Indraloka yang terletak di kawasan Kinilow serta memiliki losmen untuk tempat peristirahatan,oiya di dekat situ ada juga lho Rumah Makan Cak Man perwakilan dari Malang yang buka 24 jam.;Taman Eman yang terletak di Sonder;ada juga Lokasi Pabrik Gula Aren terbesar Di Indonesia yang diresmikan oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jauh dari lookasi ini terdapat pula Danau Tondano, yaitu Danau nomor dua terbesar di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MASYARAKAT  TENGGER  DI BROMO&lt;br /&gt;Gunung Bromo menawarkan udara yang sejuk dan kehidupan masyarakat yang tradisional. Setiap tahun masyarakat Tengger menyelenggarakan upacara adat besar-besaran yang namanya Kasada. Upacara adat ini dilakukan sebagai ucapan terima kasih masyarakat Tengger atas karunia yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Mereka mengirimkan sesajian yang dibuang ke dalam kawah gunung Bromo. Jangan lewatkan pula kesempatan menikmati matahari terbit di atas puncak Gunung Bromo.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PESONA  TANA  TORAJA&lt;br /&gt;Tana Toraja terletak di propinsi Sulawesi Selatan, sekitar 340km dari Kota Makassar. Salah satu favorit tujuan wisata adalah Gua Batu yang merupakan tempat pemakaman nenek moyang orang Toraja. Yang unik dari adat ini yakni cara pemakaman mayat yang tidak dikubur, tapi hanya diletakkan begitu saja di dalam gua, sehingga pengunjung bisa melihat langasung tengkorak-tengkorak nenek moyang. Rumah adat khas Toraja terkenal dengan nama Tongkonan yang memiliki bentuk seperti perahu dengan dinding dihiasi ukiran khas Toraja. Selain itu di depan Tongkonan dipasang tanduk kerbau yang merupakan simbol status sosial pemilik Tongkonan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SURABAYA  BERSOLEK&lt;br /&gt;Surabaya tidak seheboh Jakarta yang dipenuhi gedung pencakar langit. Tapi ibukota propinsi Jawa Timur ini memiliki objek wisata alam dan budaya yang berlimpah.&lt;br /&gt;1. Pelabuhan Tanjung Perak menjadi gerbang bagi lalu lintas perdagangan nasional dan internasional.&lt;br /&gt;2. Daerah kembang Jepun populer sebagai pecinan Surabaya. Daerah ini kaya akan gedung-gedung kuno bergaya kolonial. Di malam hari jalan ini dipenuhi cahaya lampion dan aneka jajanan oriental khas Surabaya. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/528509270566599900-1179123582779167541?l=info-wisatabudaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/feeds/1179123582779167541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=528509270566599900&amp;postID=1179123582779167541&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/1179123582779167541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/1179123582779167541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/2009/11/sepuluh-keindahan-indonesia.html' title='SEPULUH KEINDAHAN INDONESIA'/><author><name>kesenian.budaya.tradisional.indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09367158636728233982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-528509270566599900.post-1282013874490949144</id><published>2009-10-26T22:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T02:22:22.736-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUDAYA'/><title type='text'>ANEKA MACAM PAMOR YANG YERDAPAT PADA KERIS</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;SEKAR TEBU.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Hampir seperti Blarak Ngirid atau Sinered, tetapi ujungnya tidak sampai kebilah keris, malainkan agak mengumpul ditengah saja dan guratannya lebih halus. Tidak pemilih dan tuahnya untuk kewibawaan dan kepemimpinan.          &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;KLABANG SAYUTO. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Seperti paduan pamor Blarak Ngirid dan Naga Rangsang. Sepintas seperti seekor klabang dengan kaki seribunya. Dipercaya bisa menambah kewibawaan dan kekuasaan. Pamor ini tergolong pemilih dan hanya cocok bagi yang memegang posisi pimpinan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;MANGGAR. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mirip untaian Bunga Kelapa. Merupakan kumpulan dari bentuk pamor macam pamor Wiji Timun tetapi letaknya sering menyudut, bersusun dari sor-soran keujung bilah. Memudahkan mencari rejeki dan menonjol dalam lingkungan pergaulan. Tidak pemilih. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;JALA TUNDA. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Tergolong pamor pemilih. Tuahnya untuk ketenaran, untuk menonjol dalam lingkungandan tergolong pamor langka walau dari teknik pembuatan tidak terlampau sukar. Sepintas mirip pamor Wengkon tetapi lebar dan pada bagian dalam ada lekuk-lekuk yang terkadang simetris berhadapan tetapi pada bagian lain sering tidak simetris. Pamor Jala Tunda yang bagus, garis-garis yang menjadi wengkon biasanya halus dan rangkap banyak sekali.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;SUMUR BANDUNG. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Merupakan bulatan hitam besi tanpa pamor sebesar uang logam lima puluh sen-an atau lebih kecil sedikit letaknya ditengah bilah, diantara pamor – biasanya Wos Wutah nggajih atau Pendaringan Kebak nggajih. Banyak terdapat pada keris buatan Madura. Tergolong pamor pemilih dan paling cocok buat keprajuritan, militer atau yang belajar ilmu kekebalan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;BUNTEL MAYIT. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Nama yang menyeramkan, artinya “pembungkus mayat”. Tergolong pamor sangat pemilih. Kalau cocok akan cepat menanjak kariernya atau kekayaannya tetapi kalau tidak cocok bisa mendapatkan malapetaka. Karena itu bila menginginkan pamor ini sebaiknya ditanyakan dulu pada mereka yang tahu agar bisa dilihat cocok atau tidaknya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;JAROT ASEM. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Ini termasuk pamor langka walau tampaknya sangat sederhana tetapi pembuatannya sangat sulit. Sepintas seperti jalinan serabut kasar, saling menyilang arahnya tetapi tidak ada kesan tumpang tindih. Pamor ini dipercaya memberikan pengarus baik pada pemiliknya, menjadi teguh hatinya dan besar tekatnya. Amat cocok bagi yang punya cita cita besar baik dalam pendidikan ataupun dalam pekerjaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;KENDHIT GUMANTUNG. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Ini termasuk pamor tiba. Letaknya dibagian sor-soran dan biasanya bercampur pamor yang lebih dominan seperti Wos Wutah atau Ngulit Semangka. Baik untuk setiap orang. Dipercaya dapat menolak segala macam penyakit menular, jadi seperti anti wabah. Tetapi pemiliknya harus menjaga tingkah lakunya dan jangan sampai menyeleweng dari jalan yang lurus. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;KUPU TARUNG. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Sepintas seperti gambar kupu-kupu sedang berlaga. Namun esoterinya tidak ada sangkut paut dengan bidang laga, bahkan baik untuk pergaulan. Pamor ini tidak pemilih dan terletak sepanjang bilah dari sor-soran hingga ujung bilah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;MRUTU SEWU.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Mirip Udan Mas dan Sisik Sewu. Pamornya berupa bulatan besar dan kecil, rapat satu sama lainnya dan disela pamor yang berbentuk pusaran-pusaran itu ada semacam titik-titik pamor kecil. Pamor ini memudahkan mencari rejaki juga dipercaya orang memudahkan anak gadis atau janda dalam mencari jodoh dan pamor ini tidak pemilih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;RATU PINAYUNGAN. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Tergolong pamor tiban yang letaknya di sor-soran dan biasanya bercampur pamor dominan lainnya. Pengaruhnya baik pada pemiliknya, melindungi marabahaya, berwibawa dan punya pengaruh luas. Baik bagi seorang pimpinan tetapi tergolong keris pemilih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;LAWE SETUKEL. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Biasa disebut “benang setukel” atau “saukel”. Sepintas memang mirip benang yang diurai dari gulungannya. Keris ini cocok untuk polisi, militer atau pekerja lapangan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Banyak yang menganggap keris ini bisa menolak guna-guna dan keris ini tergolong pemilih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;YOGAPATI.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Hati-hatilah bila berjumpa dengan keris ini. Pamor ini punya pengaruh buruk sekali, terutama buat yang bekeluarga. Sering anak-anak sang pemilik sakit-sakitan atau bahkan meninggal. Sebaiknya dilarung saja. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;KINASIHAN. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Ini pamor baik dan tidak pemilih, tuahnya disayang dan dihormati orang sekeliling. Factor rejeki juga baik, bisa lumintu (selalu ada saja) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;KALACAKRA. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Tergolong pamor langka. Untuk penguasaan wilayah, kekuasaan dan kewibawaan serta kepemimpinan. Baik dipakai oleh pemimpin masyarakat. Ada faktor penolak bala dan guna-guna. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;BUNGKUS.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Bentuknya sederhana, Cuma gambaran seperti tonjolan berlekuk-lekukbagai kepompong ulat dan letaknya di sor-soran. Tuahnya memudahkan mencari rejeki, hemat serta merupakan pamor yang tidak pemilih. Paling cocok untuk pedagang atau pengusaha. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;SLAMET. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Bentuknya mirip bayi berjambul sedang tidur. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="FR"&gt;Letaknya di sor-soran dan juga terdapat pada tombak atau pedang. Tuahnya adalah untuk keselamatan dan tergolong “singkir baya”, termasuk berguna untuk menolak guna-guna. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kelebihan dibanding pamor lain, pamor Slamet ini juga mencegah fitnah serta omongan negatif. Tidak pemilih dan cocok untuk semua orang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;MAKRIB. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kadang disebut pamor Makarib. Tuahnya baik sekali, menyangkut kepemimpinan, rejeki dan keselamatan dalam perjalanan dan pamor ini tidak pemilih. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;TELAGA MEMBLENG. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Bentuknya menyerupai gelang-gelang yang tidak begitu bulat dan paling sedikit ada tiga gelang-gelang. Letaknya pada bagian pejetan (blumbangan) dibelakang gandhik. Tuahnya untuk penumpukan harta dan rejeki, yang sudah kita terima sukar keluar lagi kecuali untuk hal yang bermanfaat. Baik buat orang yang pemboros agar bisa lebih hemat dan pamor ini tidak pemilih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;PANGURIPAN. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Disebut juga pamor Ngurip-urip, mirip pamor Tamsul Kinurung tetapi bentuk utamanya bukan jajaran genjang melainkan lingkaran-lingkaran yang pada satu sisinya seperti meleleh. Letaknya ditengah sor-soran, tuahnya seperti namanya untuk memudahkan mencari sandang-pangan, rejeki. Pamor ini istimewa dan kadang bisa digunakan untuk mengusir mahluk halus. Perbawanya dijauhi binatang buas. Termasuk pamor tidak pemilih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;DIKILING. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Ada yang menyebut pamor Dingkiling atau Cengkiling, tuahnya buruk bagi yang sudah berumah tangga. Sering ruwet, cekcok dan tidak tentram bahkan bisa jadi rumahtangganya akan bubar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;GANGGENG KANYUT. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Tuahnya seperti Sekar Lampes, tetapi yang menonjol justru kewibawaannya, tergolong juga pamor pemilih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;UNTHUK BANYU. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Mirip dengan air berbuih, tuahnya untuk rejeki dan pergaulan serta mengurangi sifat boros. Tergolong tidak pemilh. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;WENGKON. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Ada yang menyebut pamot Tepen, ada yang menyebut Lis-lisan. Bentuknya merupakan alur pamor yang merata sepanjang pinggiran bilah keris. Tuahnya macam-macam, ada yang bersifat perlindungan bagi pemiliknya agar terhindar dari bahaya. Ad yang memberikan perlindungan terhadap godaan batin, ada pula yang menambah rasa hemat. Pamor ini tidak pemilih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;TEJO KINURUNG. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Seperti perpaduan pamor Sada Saler dan Wengkon, tuahnya cenderung seperti Sada Saler yaitu berkaitan dengan kepemimpinan dan derajat. Tergolong pemilih. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;WIJI SEMEN. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Tergolong pamor rekan dan juga pemilih. Tuahnya melindungi dari guna-guna atau mahluk halus. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tergolong pamor miring yang menempati bagian bilah dari sor-soran sampai keujung bilah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;TUMPUK. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Terletak dibagian sor-soran, bentuknya menyerupai garis melintang antara tiga sampai lima lapis, manfaatnya seperti Udan Mas, memudahkan “menumpuk” rejeki. Pada umumnya kerisnya lurus dengan dapur kalau tidak Tilam Upih atau Brojol. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;ROJOGUNDOLO (A). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sebagian orang menyebut Gundolorojo. Umumnya terletak ditengah sor-soran, namun adakalanya terletak agak ketengah bilah keris. Bentuknya mirip gambar mahluk yang menakutkan, kadang seperti perempuan kadang seperti laki-laki atau juga hewan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Rojogundolo yang bertuah biasanya yang dari pamor tiban dan bukan rekan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;ROJOGUNDOLO (B). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Umumnya bersifat perlindungan terhadap pemiliknya, bisa digunakan menolak guna-guna, memindahkan mahluk halus, membersihkan rumah “angker” bahkan jika kerisnya istimewa bisa digunakan menyembuhkan orang yang kesurupan. Tergolong pamor tidak pemilih dan bisa juga terdapat di tombak atau pedang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Masih banyak lagi pamor yang belum terdata disini, pamor buatanpun sering tidak terdata dengan baik dan kadang penamaan pamor juga hanya berdasarkan gambar yang terjadi belum ada padanannya atau juga karena timbul kreasi baru dari sipemesan keris kepada sang empu agar dibuatkan pamor seperti rancangannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Semua masukan mengenai pamor yang baik tercantum didalam tulisan ini ataupun belum tercantum sangat diharapkan untuk melengkapi data dan kekayaan informasi pamor agar informasi itu tidak hilang begitu saja.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/528509270566599900-1282013874490949144?l=info-wisatabudaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/feeds/1282013874490949144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=528509270566599900&amp;postID=1282013874490949144&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/1282013874490949144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/1282013874490949144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/2009/10/aneka-macam-pamor-yang-yerdapat-pada.html' title='ANEKA MACAM PAMOR YANG YERDAPAT PADA KERIS'/><author><name>kesenian.budaya.tradisional.indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09367158636728233982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-528509270566599900.post-4461348289357355137</id><published>2009-10-26T21:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T02:22:22.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUDAYA'/><title type='text'>BENDA PUSAKA</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.jawatengah.go.id/ttg_jateng/images/keris.jpg" align="right" /&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://macammacamkeris/"&gt;&lt;b&gt;KERIS JAWA&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keris dikalangan masyarakat di jawa dilambangkan sebagai symbol “ Kejantanan “ dan terkadang apabila karena suatu sebab pengantin prianya berhalangan hadir dalam upacara temu pengantin, maka ia diwakili sebilah keris. Keris merupakan lambang pusaka. Di kalender masyarakat jawa mengirabkan pusaka unggulan keraton merupakan kepercayaan terbesar pada hari satu sura.&lt;br /&gt;Keris pusaka atau tombak pusaka merupakan unggulan itu keampuhannya bukan saja karena dibuat dari unsure besi baja, besi, nikel, bahkan dicampur dengan unsure batu meteorid yang jatuh dari angkasa sehingga kokoh kuat, tetapi cara pembuatannya disertai dengan iringan doa kepada sang maha pencipta alam ( Allah SWT ) dengan duatu apaya spiritual oleh sang empu. Sehingga kekuatan spiritual sang maha pencipta alam itu pun dipercayai orang sebagai kekuatan magis atau mengandung tuah sehingga dapat mempengaruhi pihak lawan menjadi ketakutan kepada pemakai senjata pusaka itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#00ff00;"&gt;Istilah Keris&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;         &lt;/span&gt;                  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-left: 6px; margin-right: 6px;" align="center"&gt; &lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Dalam         budaya perkerisan ada sejumlah istilah yang terdengar asing bagi orang         awam.. Pemahaman akan istilah-istilah ini akan sangat berguna         dalam proses mendalami pengetahuan mengenai keris. Istilah dalam dunia         keris, khususnya di Pulau Jawa, yang sering dipakai: &lt;i&gt;angsar&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt;,         &lt;i&gt;pamor&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;perabot&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;tanjeg&lt;/i&gt;, dan lain         sebagainya. &lt;br /&gt;        Di bawah ini         adalah uraian singkat yang disusun secara alfabetik mengenai istilah perkerisan.         Istilah  ini lazim digunakan di Pulau         Jawa dan Madura, tetapi dimengerti dan kadang kala juga digunakan di          daerah lainnya, seperti Sulawesi, Sumatra, dan bahkan di Malaysia,         Singapura, dan Brunei Darussalam.  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Bima.jpg" alt="Keris Bima, Nusa Tenggara Barat. Keris ini diduga milik keluarga bangsawan tinggi, sarung dan hulunya berlapis emas." vspace="9" width="132" border="0" height="372" hspace="9" /&gt;&lt;/span&gt;         &lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Angsar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        adalah daya kesaktian yang dipercaya oleh sebagian orang terdapat pada         sebilah keris. Daya kesaktian atau daya gaib itu tidak terlihat, tetapi         dapat dirasakan oleh orang yang percaya. &lt;i&gt; Angsar&lt;/i&gt; dapat berpengaruh baik         atau posistif, bisa pula sebaliknya.&lt;br /&gt;        Pada         dasarnya, semua keris ber-&lt;i&gt;angsar &lt;/i&gt;baik. Tetapi kadang-kadang, &lt;i&gt;angsar         &lt;/i&gt;yang baik itu belum tentu cocok bagi setiap orang. Misalnya, keris         yang &lt;i&gt;angsar&lt;/i&gt;-nya baik untuk seorang prajurit, hampir pasti tidak         cocok bila dimiliki oleh seorang pedagang. Keris yang &lt;i&gt;angsar&lt;/i&gt;-nya         baik untuk seorang pemimpin yang punya banyak anak buah, tidak sesuai         bagi pegawai berpangkat rendah.&lt;br /&gt;        Guna         mengetahui &lt;i&gt;angsar&lt;/i&gt; keris, diperlukan ilmu &lt;i&gt;tanjeg&lt;/i&gt;. Sedangkan         untuk mengetahui cocok dan tidaknya seseorang dengan &lt;i&gt;angsar&lt;/i&gt;         sebuah keris, diperlukan&lt;i&gt; ilmu tayuh.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Dapur         &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        Adalah istilah yang digunakan untuk menyebut nama bentuk atau &lt;i&gt;         type&lt;/i&gt; bilah keris. Dengan menyebut nama &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt; keris, orang yang         telah paham akan langsung tahu, bentuk keris yang seperti apa yang dimaksud.         Misalnya, seseorang mengatakan: "Keris itu ber-&lt;i&gt;dapur &lt;/i&gt;Tilam         Upih", maka yang mendengar langsung tahu, bahwa keris yang dimaksud         adalah keris lurus, bukan keris yang memakai&lt;i&gt; luk. &lt;/i&gt;Lain lagi kalau         disebut &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt;-nya Sabuk Inten, maka itu pasti keris yang ber-&lt;i&gt;luk&lt;/i&gt;         sebelas.&lt;br /&gt;        Dunia perkerisan di         masyarakat suku bangsa Jawa mengenal lebih dari 145 macam &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt;         keris. Namun dari jumlah itu, yang dianggap sebagai &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt; keris         yang baku atau mengikuti pakem hanya sekitar 120 macam saja. &lt;i&gt;Serat         Centini&lt;/i&gt;, salah satu sumber tertulis, yang         dapat dianggap sebagai pedoman &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt; keris yang pakem memuat         rincian jumlah &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt; keris sbb:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin: 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Keris lurus ada 40         macam &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt;. Keris luk tiga ada 11 macam. Keris luk lima ada 12         macam. Keris luk tujuh ada 8 macam. Keris luk sembilan ada 13 macam.         Keris luk sebelas ada 10 macam. Keris luk tigabelas ada 11 macam. Keris         luk limabelas ada 3 macam. Keris luk tujuhbelas ada 2 macam. Keris luk         sembilan belas, sampai luk duapuluh sembilan masing-masing ada semacam.&lt;br /&gt;        Namun, menurut         manuskrip &lt;i&gt;Sejarah Empu, &lt;/i&gt;karya Pangeran Wijil, jumlah &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt;         yang dianggap pakem lebih banyak lagi. Catatan itu menunjukkan &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt;         keris lurus ada 44 macam, yang luk tiga ada 13 macam, luk sebelas ada 10         macam, luk tigabelas ada11 macam, luk limabelas ada 6 macam, luk         tujuhbelas ada 2 macam, luk sembilanbelas sampai luk duapuluh sembilan         ada dua macam, dan luk tigapuluh lima ada semacam.&lt;br /&gt;        Jumlah &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt; yang dikenal         sampai dengan dekade tahun 1990-an, lebih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin: 8px; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Luk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        Istilah ini digunakan untuk bilah keris yang tidak lurus, tetapi         berkelok atau berlekuk. Luk pada keris selalu gasal, tidak pernah genap.         Hitungannya mulai dari luk tiga, sampai luk tigabelas. Itu keris yang         normal. Jika luknya lebih dari 13, dianggap sebagai keris yang tidak         normal, dan disebut keris &lt;i&gt;kalawijan&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;palawijan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;        Jumlah         luk pada keris selalu gasal, tidak pernah genap. Selain itu, irama luk         keris dibagi menjadi tiga golongan. Pertama, luk yang kemba atau samar.         Kedua, luk yang sedeng atau sedang. Dan ketiga, luk yang rengkol --         yakni yang irama luknya tegas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Luk.jpg" alt="Luk keris. Angka-angka menunjukkan bilangan jumlah luknya." vspace="9" width="153" border="0" height="564" hspace="9" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;         &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Mas         kawin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        Dalam dunia perkerisan adalah pembayaran sejumlah uang atau barang lain,         sebagai syarat transaksi atau pemindahan hak milik atas sebilah keris,         pedang, atau tombak. Dengan kata yang sederhana, mas kawin atau mahar         adalah harga.&lt;br /&gt;        Istilah mas         kawin atau mahar ini timbul karena dalam masyarakat perkerisan terdapat         kepercayaan bahwa isi sebilah keris harus cocok atau jodoh dengan         pemiliknya. Jika isi keris itu jodoh, si pemilik akan mendapat         keberuntungan, sedangkan kalau tidak maka kesialan yang akan diperoleh.         Dunia perkerisan juga mengenal istilah melamar, bilamana seseorang         berminat hendak membeli sebuah keris.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Mendak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Mendak.jpg" width="101" align="right" border="0" height="98" hspace="9" /&gt;         adalah sebutan bagi cincin keris, yang berlaku di Pulau Jawa, Bali, dan         Madura. Di daerah lain biasanya digunakan istilah cincin keris. Mendak         hampir selalu dibuat dari bahan logam: emas, perak, kuningan, atau         tembaga. Banyak di antaranya yang dipermewah dengan intan atau berlian.         Pada zaman dulu ada juga mendak yang dibuat dari besi berpamor.&lt;br /&gt;        Selain sebagai         hiasan kemewahan, mendak juga berfungsi sebagai pembatas antara bagian         hulu keris atau ukiran dengan bagian warangka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Pamor&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        Pamor dalam dunia perkerisan memiliki 3 (tiga) macam pengertian. Yang         pertama menyangkut bahan pembuatannya; misalnya: pamor meteorit, pamor         Luwu, pamor nikel, dan pamor &lt;i&gt;sanak. &lt;/i&gt;Pengertian yang kedua         menyangkut soal bentuk gambaran atau pola bentuknya. Misalnya:  pamor         Ngulit Semangka, Beras Wutah, Ri Wader, Adeg, dan sebagainya. Ketiga,         menyangkut soal teknik pembuatannya, misalnya: pamor &lt;i&gt;mlumah&lt;/i&gt;, pamor         &lt;i&gt;miring&lt;/i&gt;, dan pamor &lt;i&gt; puntiran.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Pamor.jpg" alt="Dua macam pamor yang tergolong jenis pamor miring." vspace="8" width="251" border="0" height="212" hspace="8" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Selain         itu, ditinjau dari niat sang empu, pola pamor yang terjadi masih dibagi         lagi menjadi dua golongan. Kalau sang empu membuat pamor keris tanpa         merekayasa polanya, maka pola pamor yang terjadi disebut pamor&lt;i&gt; tiban.&lt;/i&gt;         Orang akan menganggap bentuk pola pamor itu terjadi karena anugerah         Tuhan. Sebaliknya, jika sang empu lebih dulu membuat rekayasa pla         pamornya, disebut pamor &lt;i&gt;rekan&lt;/i&gt; [rékan berasal dari kata réka =         rekayasa]. Contoh pamor &lt;i&gt;tiban&lt;/i&gt;, misalnya: Beras wutah, Ngulit         Semangka, Pulo Tirta. Contoh pamor &lt;i&gt;rekan&lt;/i&gt;, misalnya: Udan Mas, Ron         Genduru, Blarak Sinered, dan Untu Walang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Sepang.jpg" alt="Keris dapur Sepang. Pamornya Wos Wutah yang tergolong jenis pamor mlumah." vspace="9" width="122" border="0" height="408" hspace="9" /&gt;         &lt;/span&gt;         &lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Ada         lagi yang disebut pamor &lt;i&gt;titipan&lt;/i&gt; atau pamor &lt;i&gt;ceblokan&lt;/i&gt;, yakni         pamor yang disusulkan pembuatannya, setelah bilah keris selesai 90         persen. Pola pamor itu disusulkan pada akhir proses pembuatan keris.         Contohnya, pamor Kul Buntet, Batu Lapak, dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Kulbuntet.jpg" alt="Pamor Kul Buntet yang tergolong pamor titipan" vspace="9" width="151" border="0" height="181" hspace="9" /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Batulapak.jpg" alt="Pamor Batu Lapak" vspace="9" width="172" border="0" height="181" hspace="9" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;         &lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Pendok&lt;/span&gt;         &lt;span style="color:#00ff00;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;berfungsi sebagai pelindung atau pelapis gandar, yaitu         bagian warangka keris yang terbuat dari kayu lunak. Namun fungsi         pelindung itu kemudian beralih menjadi sarana penampil kemewahan. &lt;i&gt; Pendok&lt;/i&gt;         yang sederhana biasanya terbuat dari kuningan atau tembaga, tetapi yang         mewah terbuat dari perak atau emas bertatah intan berlian.&lt;br /&gt;        Bentuk         &lt;i&gt;pendok &lt;/i&gt;ada beberapa macam, yakni&lt;i&gt; pendok bunton, blewehan,         slorok&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;topengan.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Pendok.jpg" alt="Pendok keris: No 1 sampai 4 gaya Surakarta, no. 5 gaya Yogyakarta." vspace="9" width="189" border="0" height="238" hspace="9" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Perabot&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        Dalam dunia perkerisan, asesoris bilah keris disebut &lt;i&gt;perabot &lt;/i&gt;keris.         Perlengkapan atau asesoris itu meliputi &lt;i&gt;warangka&lt;/i&gt; atau sarung         keris, &lt;i&gt;ukiran&lt;/i&gt; atau hulu keris, &lt;i&gt;mendak&lt;/i&gt; atau cincin keris, &lt;i&gt;selut         &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;pedongkok, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;pendok &lt;/i&gt;atau logam pelapis         warangka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Ricikan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        Adalah bagian-bagian atau komponen bilah keris atau tombak. Masing-masing ricikan         keris ada namanya. Dalam dunia perkerisan soal &lt;i&gt;ricikan&lt;/i&gt; ini         penting, karena sangat erat kaitannya dengan soal &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt; dan t&lt;i&gt;angguh&lt;/i&gt;         keris.&lt;br /&gt;        Sebilah         keris ber-dapur Jalak Sangu Tumpeng tanda-tandanya adalah berbilah         lurus, memakai gandik polos, pejetan, sogokan rangkap, tikel alis, dan         tingil. Gandik polos, pejetan, sogokan rangkap, tikel alis, dan tingil,         adalah komponen keris yang disebut&lt;i&gt; ricikan.&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin-left: 8px; margin-right: 6px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Selut         &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;seperti  mendak, terbuat dari emas atau perak,         bertatahkan permata. Tetapi fungsi selut terbatas hanya sebagai hiasan         yang menampilkan kemewahan. Dilihat dari bentuk dan ukurannya, selut          terbagi         menjadi dua jenis, yaitu &lt;i&gt;selut njeruk pecel&lt;/i&gt; yang ukurannya kecil,         dan &lt;i&gt;selut njeruk keprok&lt;/i&gt; yang lebih besar.&lt;br /&gt;        Sebagai catatan; pada tahun 2001, selut &lt;i&gt;         nyeruk keprok&lt;/i&gt; yang bermata berlian harganya dapat mencapai lebih          dari         Rp. 20 juta!&lt;br /&gt;        Karena         dianggap terlalu menampilkan kemewahan, tidak setiap orang mau         mengenakan keris dengan hiasan selut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin-left: 8px; margin-right: 6px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Selut.jpg" alt="Selut gaya Surakarta, jenis njeruk keprok" vspace="9" width="275" border="0" height="196" hspace="9" /&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tangguh         &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;i&gt;Tangguh&lt;/i&gt; arti harfiahnya adalah perkiraan atau taksiran. Dalam         dunia perkerisan maksudnya adalah perkiraan zaman pembuatan bilah keris,         perkiraan tempat pembuatan, atau gaya pembuatannya. Karena hanya         merupakan perkiraan, me-&lt;i&gt;nangguh&lt;/i&gt; keris bisa saja salah atau         keliru. Kalau sebilah keris disebut&lt;i&gt; tangguh&lt;/i&gt; Blambangan, padahal         sebenarnya &lt;i&gt; tangguh&lt;/i&gt; Majapahit, orang akan memaklumi kekeliruan tersebut,         karena bentuk keris dari kedua &lt;i&gt; tangguh&lt;/i&gt; itu memang mirip. Tetapi jika         sebuah keris buatan baru di-&lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt; keris  Jenggala, maka jelas ia         bukan seorang ahli tangguh yang baik.&lt;br /&gt;        Walaupun         sebuah perkiraan, tidak sembarang orang bisa menentukan &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt;         keris. Untuk itu ia perlu belajar dari seorang ahli &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt;, dan         mengamati secara cermat ribuan bilah keris. Ia juga harus memiliki &lt;i&gt;photographic         memory &lt;/i&gt;yang kuat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/TangguhSegaluh.jpg" alt="Bentuk keris tangguh Segaluh" vspace="9" width="101" border="0" height="380" hspace="9" /&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Mas Ngabehi         Wirasoekadga, abdidalem Keraton Kasunanan Surakarta, dalam bukunya &lt;i&gt;Panangguhing         Duwung&lt;/i&gt; (Sadubudi, Solo, 1955) membagi &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt; keris menjadi         20 &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt;. Ia tidak menyebut tentang &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt; Yogyakarta,         melainkan &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt; Ngenta-enta, yang terletak di dekat Yogya.         Keduapuluh &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt; itu adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin: 8px 8px 8px 28px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt; 1.         Pajajaran  2. Tuban    3.         Madura       4. Blambangan            5.         Majapahit&lt;br /&gt;         6. Sedayu     7. Jenu     8.         Tiris-dayu   9. Setra-banyu  10. Madiun&lt;br /&gt;        11. Demak     12. Kudus   13.         Cirebon     14. Pajang               15. Pajang&lt;br /&gt;        16. Mataram   17. Ngenta-enta,Yogyakarta  18. Kartasura            19. Surakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin: 8px; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Keris Buda dan &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt;         kabudan, walaupun di kenal masyarakat secara luas, tidak dimasukan dalam         buku buku yang memuat soal &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt;. Mungkin, karena &lt;i&gt;dapur&lt;/i&gt;         keris yang di anggap masuk dalam &lt;i&gt;tangguh&lt;/i&gt; Kabudan dan hanya         sedikit, hanya dua macam bentuk, yakni jalak buda dan betok buda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p style="margin: 8px; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Sementara itu Bambang Harsrinuksmo         dalam &lt;a href="http://www.geocities.com/javakeris/enskeris.htm"&gt; Ensiklopedi Keris &lt;/a&gt; (Gramedia, Jakarta         2004) membagi periodisasi         keris menjadi 22 tangguh, yaitu:&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;        &lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; 1.         Tangguh Segaluh                      2. Tangguh Pajajaran   &lt;br /&gt;         3. Tangguh Kahuripan                    4. Tangguh Jenggala    &lt;br /&gt;         5. Tangguh Singasari                    6. Tangguh Majapahit&lt;br /&gt;         7. Tangguh Madura                       8.         Tangguh Blambangan  &lt;br /&gt;         9. Tangguh Sedayu                      10. Tangguh Tuban      &lt;br /&gt;        11. Tangguh         Sendang                     12. Tangguh Pengging&lt;br /&gt;        13. Tangguh Demak                       14. Tangguh Panjang    &lt;br /&gt;        15. Tangguh Madiun                      16.         Tangguh Koripan    &lt;br /&gt;        17. Tangguh Mataram Senopaten   18. Mataram Sultan         Agung    &lt;br /&gt;        19. Mataram Amangkuratan        20. Tangguh Cirebon    &lt;br /&gt;        21. Tangguh Surakarta                   22. Tangguh         Yogyakarta &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;Ada lagi sebuah periode keris yang         amat mudah di-tangguh, yakni tangguh Buda. Keris Buda mudah dikenali         karena bilahnya selalu pendek, lebar, tebal, dan berat. Yang sulit         membedakannya adalah antara yang aseli dan yang palsu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin-left: 8px; margin-right: 6px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tanjeg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                 &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;adalah perkiraan manfaat atau tuah keris, tombak, atau         tosan aji lainnya.  Sebagian pecinta keris percaya bahwa keris         memiliki 'isi' yang disebut angsar. Kegunaan atau manfaat angsar keris         ini banyak macamnya. Ada yang menambah rasa percaya diri, ada yang         membuat lebih luwes dalam pergaulan, ada yang membuat nasihatnya di         dengar orang. Untuk mengetahui segala manfaat angsar itu, diperlukan         ilmu &lt;i&gt;tanjeg.&lt;/i&gt; Dalam dunia perkerisan, ilmu &lt;i&gt; tanjeg&lt;/i&gt; termasuk esoteri         keris.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin-left: 8px; margin-right: 6px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Tayuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                 &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Merupakan         perkiraan tentang cocok atau tidaknya, angsar sebilah keris dengan         (calon) pemiliknya. Sebelum memutuskan, apakah keris itu akan dibeli         (dibayar mas kawinnya), si peminat biasanya terlebih dulu akan me-         tayuh atas keris itu. Tujuannya untuk mengetahui, apakah keris itu cocok         atau berjodoh dengan dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; text-indent: 0pt; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Ukiran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        Kata &lt;i&gt;ukiran         &lt;/i&gt;dalam dunia perkerisan adalah gagang atau &lt;i&gt;hilt. &lt;/i&gt;Berbeda         artinya dari kata 'ukiran' dalam bahasa Indonesia yang padanannya ialah &lt;i&gt;carved&lt;/i&gt;         atau &lt;i&gt;engraved&lt;/i&gt;.         Gagang keris di Bali disebut &lt;i&gt;danganan&lt;/i&gt;, di Madura disebut &lt;i&gt;landheyan&lt;/i&gt;,         di Surakarta disebut &lt;i&gt;jejeran&lt;/i&gt;, di Yogyakarta disebut &lt;i&gt;deder&lt;/i&gt;.         Sedangkan daerah lain di Indonesia dan Malaysia, Singapura, serta Brunei         Darussalam disebut hulu keris.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; text-indent: 0pt; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#c0c0c0;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Maraseba.jpg" alt="Ukiran gaya Surakarta wanda Maraseba" vspace="9" width="120" border="0" height="171" hspace="9" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; text-indent: 0pt; font-weight: bold;" align="justify"&gt;         &lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;         Javakeris         memakai istilah &lt;i&gt;ukiran&lt;/i&gt; dan hulu keris mengingat semua daerah itu         juga mengenal dan memahami arti kata&lt;i&gt; ukiran&lt;/i&gt; dalam perkerisan. Bentuk         ukiran atau hulu keris di setiap daerah berbeda satu sama lain.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;        Di         bawah ini adalah contoh bentuk hulu keris dari beberapa daerah.&lt;br /&gt;        &lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Bimahulu.jpg" lowsrc="Dari%20kiri:%20Hulu%20keris%20dari%20Bima,%20Cirebon,%20Palembang,%20dan%20Madura" vspace="9" width="473" border="0" height="200" hspace="9" /&gt;         &lt;/span&gt;         &lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Warangka&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#c0c0c0;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;         &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Atau sarung keris kebanyakan terbuat dari kayu yang berserat dan         bertekstur indah. Namun di beberapa daerah ada juga warangka keris yang         dibuat dari gading, tanduk kerbau, dan bahkan dari fosil binatang purba.         Warangka keris selalu dibuat indah dan sering kali juga mewah. Itulah         sebabnya, warangka juga dapat digunakan untuk memperlihatkan status         sosial ekonomi pemiliknya.&lt;br /&gt;        Bentuk         warangka keris berbeda antara satu daerah dengan lainnya. Bahkan pada         satu daerah seringkali terdapat beberapa macam bentuk warangka.         Perbedaan bentuk warangka ini membuat orang mudah membedakan, sekaligus         mengenali keris-keris yang berasal dari Bali, Palembang, Riau, Madura, Jawa, Bugis, Bima, atau         Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Berikut         adalah jenis-jenis warangka dari berbagai daerah perkerisan:&lt;i&gt;&lt;span style="color:#0099ff;"&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;        Warangka         Surakarta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;         &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:#c0c0c0;"&gt;         Biasanya         terbuat dari kayu cendana wangi atau cendana Sumbawa (&lt;i&gt;sandalwood -         Santalum Album L.&lt;/i&gt;) Pilihan kedua adalah kayu trembalo, setelah itu         kayu timaha pelet.&lt;br /&gt;        Warangka         ladrang terbagi menjadi empat wanda utama, yaitu Ladrang Kasatriyan,         Ladrang Kadipaten, Ladrang Capu, dan Ladrang Kacir. Dua wanda yang         terakhir sudah jarang dibuat, sehingga kini menjadi langka.&lt;br /&gt;        Warangka         ladrang adalah jenis warangka yang dikenakan untuk menghadiri suatu         upacara, pesta, dan si pemakai tidak sedang melaksanakan suatu tugas.         Bila dibandingkan pada pakaian militer, warangka ladrang tergolong         Pakaian Dinas Upacara (PDU).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin: 8px 6px 8px 8px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Ladrangkadipaten.jpg" alt="Ladrang Kadipaten" vspace="9" width="206" align="center" border="0" height="165" hspace="9" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin-left: 8px; margin-right: 6px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Selain         ladrang, di Surakarta juga ada warangka gayaman,         yang dikenakan pada saat orang sedang melakukan suatu tugas. Misalnya,         sedang menjadi panitia pernikahan, sedang menabuh gamelan, atau sedang         mendalang. Prajurit keraton yang sedang bertugas selalu mengenakan keris         dengan warangka gayaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin-left: 8px; margin-right: 6px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Gayaman.jpg" vspace="5" width="198" align="center" border="0" height="130" hspace="9" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin-left: 8px; margin-right: 6px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Warangka         gayaman Surakarta juga ada beberapa jenis, di antaranya: Gayaman Gandon,         Gayaman Pelokan, Gayaman Ladrang, Gayaman Bancigan, Gayaman Wayang.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;        Jenis         warangka yang ketiga adalah warangka Sandang Walikat.  Bentuknya         sederhana dan tidak gampang rusak. Warangka jenis inilah yang digunakan         manakala seseorang membawa (bukan mengenakan) sebilah keris dalam         perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin-left: 8px; margin-right: 6px; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Sandangwalikat.jpg" alt="Warangka Sandang Walikat" vspace="9" width="94" border="0" height="287" hspace="9" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin-left: 8px; margin-right: 6px; font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#0099ff;"&gt;&lt;i&gt;Warangka         Yogyakarta&lt;br /&gt;        &lt;img src="http://www.geocities.com/javakeris/images/Branggah.jpg" alt="Warangka branggah Yogyakarta terbuat dari kayu kemuning" vspace="9" width="198" align="left" border="0" height="145" hspace="9" /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#c0c0c0;"&gt;Bentuk         warangka di Yogyakarta mirip dengan Surakarta, hanya ukurannya agak lebih kecil,         gayanya lebih &lt;i&gt;singset.&lt;/i&gt; Yang bentuknya serupa dengan warangka &lt;i&gt;ladrang&lt;/i&gt;, di Yogyakarta disebut         &lt;i&gt;branggah&lt;/i&gt;. Kayu pembuat warangka branggah         di Yogyakarta adalah kayu trembalo dan timaha. Sebenarnya penggunaan         warangka &lt;i&gt; branggah&lt;/i&gt; di Yogyakarta sama dengan warangka &lt;i&gt; ladrang         &lt;/i&gt; di Surakarta,         tetapi beberapa dekade ini norma itu sudah tidak terlalu ketat di         masyarakat.&lt;br /&gt;        Jenis         bentuk warangka Yogyakarta lainnya adalah gayaman. Dulu ada lebih kurang         delapan jenis warangka gayaman, tetapi kini hanya dua jenis wanda         warangka yang populer, yakni &lt;i&gt;gayaman ngabehan&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;gayaman         banaran. &lt;/i&gt; Warangka gayaman dikenakan pada saat seseorang tidak         sedang mengikuti suatu upacara.&lt;br /&gt;        Jenis         bentuk warangka yang ketiga adalah sandang walikat, yang boleh dibilang         sama bentuknya dengan sandang walikat gaya Surakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p style="margin-left: 8px; margin-right: 6px;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/528509270566599900-4461348289357355137?l=info-wisatabudaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/feeds/4461348289357355137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=528509270566599900&amp;postID=4461348289357355137&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/4461348289357355137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/4461348289357355137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/2009/10/benda-pusaka.html' title='BENDA PUSAKA'/><author><name>kesenian.budaya.tradisional.indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09367158636728233982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-528509270566599900.post-2738018759377086159</id><published>2009-10-26T21:11:00.000-07:00</published><updated>2009-11-01T22:35:59.108-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUDAYA'/><title type='text'>SENI BUDAYA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/seni-dan-budaya.html"&gt;Seni dan Budaya&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sebenarnya indonesia sangatlah kaya akan karya seni dan budaya yang tidak dimiliki oleh negara lain, tapi sayang akhir-akhir ini banyak karya seni dan budaya indonesia yang di klaim oleh negara lain, itu karena warga indonesia sendiri yang tidak mau menghargai karya seni dan budayanya, bahkan mereka cenderung menyukai produk negara lain atau luar negeri, padahal di luar sana banyak negara yang iri dengan kekayaan seni dan budaya indonesia sampai-sampai mereka berani mengklaim kesenian dan kebudayaan negara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/kesenian-wayang.html"&gt;Kesenian Wayang&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKRYVvSrWI/AAAAAAAAAAs/bb-vvKT6Sxw/s1600-h/wyg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 191px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKRYVvSrWI/AAAAAAAAAAs/bb-vvKT6Sxw/s320/wyg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328481156471106914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari kata wayangan, yaitu sumber ilham dalam menggambar wujud tokoh dan cerita.&lt;br /&gt;Wayang merupakan suatu karya bangsa yang telah dikenal sejak1500 SM dan dalam perkembanganya bersentuhan dengan unsur lain dan terus berkembang sehingga menciptakan wujud dan isinya seperti saat ini.&lt;br /&gt;Wayang berfungsi sebagai media penerangan, pendidikan, dan komunikasi masa,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan hindu masuk masuk di indonesia dan mulai berkembang pada masa hindu jawa.&lt;br /&gt;pertunjukan kesenian wayangmerupakan sisa- sisa upacara keagamaan orang jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dinamisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/batik.html"&gt;Batik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKKs-JV94I/AAAAAAAAAAk/i_Md4vPJO44/s1600-h/by.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 212px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKKs-JV94I/AAAAAAAAAAk/i_Md4vPJO44/s320/by.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328473814333781890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Batik adalah gambar atau lukisan yang di buwat pada kain dengan bahan lilin dan pewarna, yang menggunakan alat canting atau kuas serta teknik tutup celup. Batik dapat berupa gambar pola ragam hias atau lukisan yang ekspresif.&lt;br /&gt;sejarah batik indonesia berkaitan dengan perkembangan  kerajaan majapahit dan kerajaan sesudahnya.&lt;br /&gt;batik merupakan karya seni budaya yang di kagumi dunia,di antara ragam tradisional yang di hasilkan dengan teknologi celup canting. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas,Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/kesenian-reog.html"&gt;Kesenian Reog&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKDuKG_J1I/AAAAAAAAAAc/xDhHfXDBhV0/s1600-h/reog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKDuKG_J1I/AAAAAAAAAAc/xDhHfXDBhV0/s320/reog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328466138143598418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari ponorogo jawa timur.Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat, reog terdiri dari topeng kepala harimau yang besar dan burung merak di atasnya, orang yang memainkan reog harus memakai topeng reog yang besar itu serta mengangkatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dalam pengalamanya seni reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Seni reog terdiri dari beberapa rangkain 2 sampai 3 tarian pembuka. Berikutnya adalah tarian yang di bawakan oleh 6 - 8 gadisyang menaiki kuda.Reog masa kini biasanya di pentaskan dalam beberapa acara seperti pernikahan khitanan, hari-hari besar nasional dan lain- lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/angklung.html"&gt;Angklung&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfGLP3tT_VI/AAAAAAAAAAU/13DnQQ4MOec/s1600-h/ang.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfGLP3tT_VI/AAAAAAAAAAU/13DnQQ4MOec/s320/ang.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328192938924309842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah alat musik tradisional dari daerah jawa barat, alat musik ini terbuat dari bambu, dapat di mainkan sendiri juga dapat di padukan dengan alat musik lain,namun umumnya di mainkan secara massal.&lt;br /&gt;instrumen angklung terdiri atas : angklung melody, angklung pengiring, dan angklung bass. musik angklung digunakan untuk sarana ronda malam, pesta panen, dan pesta perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt; dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.Bahkan sejak 1966, udjo ngalagena tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/musik-lesung.html"&gt;Musik Lesung&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfGHof0GnnI/AAAAAAAAAAM/KCYcbcwrJIg/s1600-h/lesung.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 171px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfGHof0GnnI/AAAAAAAAAAM/KCYcbcwrJIg/s320/lesung.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328188963960561266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari blora jawa tengah, lesung adalah alat untuk menumbuk padi. saat para ibu-ibu menumbuk padi mereka juga sambil berdendang (bernyanyi), lagu lagu yang di lantunkan biasanya lagu lagu jawa.&lt;br /&gt;instrumen lesung terdiri dari : alu lantan dengan lesung.&lt;br /&gt;Lesung sendiri sebenarnya hanya wadah cekung, biasanya dari kayu besar yang dibuang bagian dalamnya.Gabah yang akan diolah ditaruh di dalam lubang tersebut.Padi atau gabah lalu ditumbuk dengan alu, tongkat tebal dari kayu, berulang-ulang sampai beras terpisah dari sekam.&lt;br /&gt;Setelah zaman kian maju, membersihkan padi dengan lesung ditinggalkan, karena di nilai kurang dapat memperoleh hasil yang banyak.Kini lesung tetap di lestarikan sebagai kesenian tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://budayaindonesia.wordpress.com/2007/10/28/tanjidor/" rel="bookmark" title="Permanent Link to &amp;quot;TANJIDOR&amp;quot;"&gt;TANJIDOR&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SuZ4f5n9dcI/AAAAAAAAAAg/yin3mlWkh-I/s1600-h/Tanjidor4-Reportase.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SuZ4f5n9dcI/AAAAAAAAAAg/yin3mlWkh-I/s320/Tanjidor4-Reportase.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397133692889822658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;OrkesTanjidor sudah tumbuh sejak abad ke 19, berkembang di daerah pinggiran. Menurut beberapa keterangan, orkes itu berasal dari orkes yang semula dibina dalarn lingkungan tuan-tuan tanah, seperti tuan tanah Citeureup, dekat Cibinong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pada umumnya alat-alat musik pada orkes Tanjidor terdiri dari alat musik tiup seperti piston (cornet a piston), trombon, tenor, klarinet, bas, dilengkapi dengan alat musik pukul membran yang biasa disebut tambur atau genderang. Dengan peralatan tersebut cukup untuk mengiringi pawai atau mengarak pengantin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Untuk pergelaran terutama yang ditempat dan tidak bergerak alat-alatnya sering kali ditambah dengan alat gesek seperti tehyan, dan beberapa membranfon seperti rebana, bedug dan gendang, ditambah pula dengan beberapa alat perkusi seperti kecrek, kempul dan gong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Lagu-lagu yang biasa dibawakan orkes tanjidor, menurut istilah setempat adalah “Batalion”, “Kramton” “Bananas”, “Delsi”, “Was Tak-tak”, “Cakranegara”, dan “Welmes”. Pada perkembangan kemudian lebih banyak membawakan lagu-lagu rakyat Betawi seperti Surilang “Jali-jali dan sebagainya, serta lagu-lagu yang menurut istilah setempat dikenal dengan lagu-lagu Sunda gunung, seperti “Kangaji”, “Oncomlele” dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Grup-grup Tanjidor yang berada di wilayah DKI Jakarta antara lain dari Cijantung pimpinan Nyaat, Kalisari pimpinan Nawin, Pondokranggon pimpinan Maun, Ceger pimpinan Gejen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Daerah penyebaran Tanjidor, kecuali di daerah pinggiran kota Jakarta, adalah di sekitar Depok, Cibinong, Citeureup, Cileungsi, Jonggol, Parung dalam wilayah Kabupaten Bogor, di beberapa tempat di wilayah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Tangerang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Sebagai kesenian rakyat, pendukung orkes Tanjidor terutama para petani di daerah pinggiran. Pada umumnya seniman Tanjidor tidak dapat rnengandalkan nafkahnya dari hasil yang diperoleh dari bidang seninya. Kebanyakan dari mereka hidup dari bercocok tanam, atau berdagang kecil-kecilan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Oleh masyarakat pendukungnya Tanjidor biasa digunakan untuk memeriahkan hajatan seperti pernikahan, khitanan dan sebagainya, atau pesta-pesta umum seperti untuk merayakan ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan. Sampai tahun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;lima&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; puluhan rombongan-rombongan Tanjidor biasa mengadakan pertunjukan keliling, istilahnya “Ngamen”. Pertunjukan keliling demikian itu terutama dilakukan pada waktu pesta Tahun Baru, baik Masehi maupun Imlek.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Perlu dikemukakan, bahwa sesuai dengan perkembangan jaman dan selera masyarakat pendukungnya, Tanjidor dengan biasa pula membawakan lagu-lagu dangdut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt; pula yang secara khusus membawakan lagu-lagu Sunda Pop yang dikenal dengan sebutan “Winingan tanji”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://budayaindonesia.wordpress.com/2007/10/28/seni-sunda-%e2%80%9dbuhun%e2%80%9d-kian-ditinggal/" rel="bookmark" title="Permanent Link to &amp;quot;Seni Sunda ”Buhun” Kian Ditinggal&amp;quot;"&gt;Seni Sunda ”Buhun”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SuZ6_eAIqSI/AAAAAAAAAAo/8MDTsuf8vLU/s1600-h/slide_angklung_buhun_01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SuZ6_eAIqSI/AAAAAAAAAAo/8MDTsuf8vLU/s320/slide_angklung_buhun_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397136434254096674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Berbagai jenis kesenian tradisional asli Sunda khususnya seni Sunda&lt;em&gt; buhun&lt;/em&gt; nyaris punah akibat banyak ditinggalkan masyarakatnya sendiri. Sebagai seni yang menjadi kekayaan budaya lokal, seni Sunda &lt;em&gt;buhun&lt;/em&gt; terus kehilangan penerusnya akibat para pelaku seninya kurang mendapat tempat dan dihargai publik, serta terdesak seni pop modern yang dianggap lebih menarik.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Guru Besar Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Yus Rusyana mengatakan, kondisi tradisional Sunda &lt;em&gt;buhun&lt;/em&gt; saat ini secara berangsur mulai menghilang. “Dewasa ini generasi muda lebih menyenangi seni yang datangnya dari luar dibandingkan kesenian asli milik bangsa sendiri,” ujarnya, dalam acara Rembuk Tokoh Sunda, Menggali Akar Budaya Sunda Buhun, Senin (14/3) di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Jalan R.E. Martadinata 209 Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Acara itu dihadiri sejumlah tokoh seni dan budayawan Sunda, seperti Prof. Saini KM, Prof. Dr. Karna Yudibrata, Dra. Hj. Popong Otje Djunjunan, Nano S., Euis Suhaenah M. Hum, dan Pengurus PB Pusat Pasundan Daum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kang Yus –demikian Yus Rusyana akrab disapa– menegaskan bahwa saat ini seni budaya Sunda terus mengalami pergeseran. Bahkan seni Sunda &lt;em&gt;buhun&lt;/em&gt; yang merupakan seni leluhur sudah sulit ditemui. Padahal, seni budaya Sunda buhun dikenal sangat kaya nilai. Mulai dari hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan mausia lain, hingga hubungan manusia dengan alamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Untuk itu, Yus sangat mendukung berbagai upaya pelestarian seni budaya Sunda. “Jika tidak diantisipasi dengan langkah-langkah pelestarian, kekayaan tradisi tersebut akan tinggal menjadi sejarah,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sementara Dra. Hj. Popong Otje Djundjunan mengatakan, untuk membangkitkan gairah para             pelaku seni budaya Sunda &lt;em&gt;buhun&lt;/em&gt; perlu diberikan semacam rangsangan. “Selama ini penghargaan terhadap pelaku seni sangat jarang, padahal para seniman tidak meminta imbalan berupa materi terhadap upayanya melestarikan seni turun temurun. Mereka hanya ingin ada semacam pengakuan dari pemerintah,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Seni budaya Sunda &lt;em&gt;buhun&lt;/em&gt; semakin ditinggalkan masyarakat karena dinilai monoton sehingga tidak memiliki daya jual yang menarik. Kondisi itu diperparah oleh tidak adanya dukungan publik dan modal dari pemerintah sehingga jarang bisa ditampilkan lagi di tengah masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Untuk melestarikan seni budaya sunda &lt;em&gt;buhun&lt;/em&gt; yang terus menghilang, Ny. Popong mengusulkan agar diselenggarakan kegiatan semacam ekshibisi atau tontonan secara resmi. Seni yang digelar tidak hanya berupa seni &lt;em&gt;ibing&lt;/em&gt; (gerak–red.) tetapi juga seni &lt;em&gt;tabeuh&lt;/em&gt;             (pukul), maupun seni &lt;em&gt;sora&lt;/em&gt; (suara).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Selain itu untuk menentukan bahwa seni tersebut merupakan seni Sunda &lt;em&gt;buhun&lt;/em&gt; perlu ditetapkan kriteria. “Untuk menentukannya saat ini sangat sulit karena seni Sunda sudah banyak mengadopsi seni dari luar,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Hal senada dikatakan seniman, budayawan dan guru seni di STSI Bandung, Nano S.. Ia             mengatakan, seniman &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SuZ7XEZoBCI/AAAAAAAAAAw/5lpPPk7qI7k/s1600-h/damas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SuZ7XEZoBCI/AAAAAAAAAAw/5lpPPk7qI7k/s320/damas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397136839698547746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sunda &lt;em&gt;buhun&lt;/em&gt; dewasa ini sangat tidak dihargai lagi, tidak saja oleh masyarakatnya sendiri tetapi juga oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;pemerintah. “Kalau memang masih mendapat tempat, bila sedang pentas pasti akan ditonton. Pemerintah daerah pun sering menganggap para seniman itu menjadi beban,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Dikatakan Nano, dalam beberapa tahun kebelakang seni budaya Sunda &lt;em&gt;buhun&lt;/em&gt; dapat dipastikan akan menjadi barang kuno bila tidak segera dilestarikan dan dikembangkan kembali. “Untuk itu kiranya dalam memahami seni &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;budaya Sunda &lt;em&gt;buhun&lt;/em&gt; tidak dikaitkan dengan akidah atau agama yang selama ini sering menjadi pagar antara boleh dan tidak,” ujar Nano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kesenianjawa./"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://kesenianjawa./"&gt;&lt;b&gt;GAMELAN JAWA&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.jawatengah.go.id/ttg_jateng/images/gamelan.jpg" align="left" /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;!--==== THESE LINES BELOW USING MODEL TYPE 2a ====--&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut)"Tombo Ati" adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://ketoprakludruk/"&gt;&lt;b&gt;KETOPRAK&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.jawatengah.go.id/ttg_jateng/images/ketoprak.jpg" align="left" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketoprak kalebu salah sawijining kesenian rakyat ing Jawa tengah, ananging ugo bisa tinemu ing Jawa sisih Wetan (Jawa Timur ).Ketoprak wis nyawiji dadi budaya masyarakat Jawa tengah lan biso ngasorake kesenian liyane ,umpamane Srandul, Emprak lan sakliyane. Ketoprak wiwit bebukane awujud dedolanan para priyo ing dusun kang lagi nganaake lelipur sinambi nabuh lesung kanthi irama ana ing waktu wulan purnama ndadari , kasebut Gejog. Ana ing tembe kaering tembang bebarengan ing kampung /dusun kanggo lelipur . Sak teruse ana tambahan gendang, terbang lan suling, mula wiwit saka iku kasebut Ketoprak Lesung, kira-kira kadadeyan ing tahun 1887. Sak banjure ana ing tahun 1909 wiwitan dianaake pagelaran Ketoprak kanthi paripurna/lengkap.&lt;br /&gt;Pagelaran Ketoprak wiwitan kang resmi ing ngarsane masyaraket/umum, yokuwi Ketoprak Wreksotomo, dipandegani dening Ki Wisangkoro, sing mandegani kabeh para pria. Carita kang dipagelarake yoiku : Warso - Warsi, Kendono Gendini, Darmo - Darmi, dlan sapanunggalane.&lt;br /&gt;Sak wise iku pagelaran Ketoprak sang soyo suwe dadi lan apike lan dadi klangenane masyarakat, utamane ing tlatah Yogyakarta. Ing kadadeyan sak wise Pagelaran Ketoprak dadi pepak anggone carita lan ugo kaering gamelan . Anane gegayutan karo pagelaran "teater" para narapraja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://aslibudayaindonesia"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;BUDAYA ASLI INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Indonesia memang patut berbangga bahwa batik sudah mendapat pengakuan Internasional dan berhasil diakui sebagai warisan budaya dari Indonesia. Indonesia tidak perlu lagi khawatir pencurian atau klaim dari negara &lt;/span&gt;&lt;u style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Malingsia&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; seperti beberapa budaya lain yang telah terlanjur diambil oleh maling.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kini, Indonesia harus menjaga pula budaya-budaya yang lain terutama yang sudah pernah diklaim atau berusaha diklaim sebagai budaya negara tetangga yang tidak bertanggungjawab itu. Terutama Reog Ponorogo, tari Pendet, dan juga kesenian angklung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Berikut ini adalah sebagian dari &lt;/span&gt;&lt;u style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;budaya Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; yang dicuri / diklaim pihak asing:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Batik dari Jawa oleh Adidas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Naskah kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Naskah kuno dari Sumatra Barat oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Naskah kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Naskah kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Rendang dari Sumatra Barat oleh oknum WN Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh oknum WN Belanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sambal Petai dari Riau oleh oknum WN Belanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sambal Nanas dari Riau oleh oknum WN Belanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tempe dari Jawa oleh beberapa perusahaan asing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tri Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Lagu Injit-Injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Alat musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tari Piring dari Sumatra Barat oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kursi Taman dengan ornamen ukir khas Jepara oleh oknum WN Prancis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pigura dengan ornamen ukirkhas Jepara oleh oknum WN Inggris.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Motif batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh oknum WN Amerika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Produk Berbahan Rempah-Rempah dan Tanaman Obat asli Indonesia oleh Shiseido Co.Ltd.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatra Barat oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kain Ulos dari Batak oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://t724626.multiply.com/photos/hi-res/upload/StbTmAoKCGYAAA7W2NA1"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://images.t724626.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/StbTmAoKCGYAAA7W2NA1/2018reyog001net.jpg?et=oaH0eIr%2Btz0h8ZlAfvtsGA&amp;amp;nmid=0" width="254" border="0" height="143" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Indonesia memang kaya dengan budaya yang berkualitas dan membuat “ngiler” negara yang masih kurang kreatif dan tidak mempunyai budaya nasional sendiri yang berkualitas. Menjaga berbagai kebudayaan ini adalah suatu tantangan yang berat bagi pemerintah Indonesia saat ini. Belum lagi pencurian pulau-pulau terluar Indonesia, kasus blok ambalat, pelecehan TKI/TKW, mengatasi bencana alam, korupsi, merosotnya norma dan akhlaq, dan lain sebagainya. Semua aspek itu adalah hal penting yang tidak boleh ditinggalkan salah satu, tapi harus diperhatikan semuanya secara konsisten dan berkesinambungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kembali kepada permasalahan batik, semoga pemerintah tetap konsisten untuk mensosialisasikan batik kepada dunia bahwa ini adalah budaya asli Indonesia, dan di lain pihak juga menjaga agar generasi-generasi Indonesia selanjutnya tetap bisa membatik, dan bahkan paham sejarah batik. Jangan sampai hilang ditelan budaya global yang merusak. Generasi Indonesai harus tahu apa itu batik, reog, pendet, angklung, dan lain sebagainya. Wacana untuk membuat hari khusus berpakaian batik bagi pelajar dan PNS adalah sesuatu yang sangat bagus. Bahkan akan sangat baik apabila setiap daerah memakai batik corak khas daerah masing-masing. Batik Yogya berbeda corak dengan Surakarta, berbeda pula dengan Pekalongan. Batik pedalaman dan keraton berbeda dengan batik pesisiran, dan lain sebagainya. Sehingga semuanya bisa dimunculkan dan dikenal secara luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Namun, jangan sampai Indonesia terlena dan terfokus pada satu hal saja kemudian melupakan permasalahan lainnya sehingga kecolongan lagi. Jangan sampai sekedar ngurusin teroris, tapi budaya kecolongan klaim oleh negara lain, atau bahkan budaya Indoensia yang bermartabat kemudian tergerus oleh budaya asing yang merusak moral dan norma generasi muda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; line-height: 200%;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Jangan pula Indonesia sekedar ngurusin gaji pegawai dan DPR, tapi kedaulatan negara dan wilayah Indonesia jatuh di mata dunia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/528509270566599900-2738018759377086159?l=info-wisatabudaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/feeds/2738018759377086159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=528509270566599900&amp;postID=2738018759377086159&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/2738018759377086159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/2738018759377086159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/2009/10/seni-budaya-indonesia.html' title='SENI BUDAYA INDONESIA'/><author><name>kesenian.budaya.tradisional.indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09367158636728233982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKRYVvSrWI/AAAAAAAAAAs/bb-vvKT6Sxw/s72-c/wyg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-528509270566599900.post-4909970593258532033</id><published>2009-10-26T21:06:00.000-07:00</published><updated>2009-11-03T03:15:17.106-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUDAYA'/><title type='text'>WISATA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;WISATA KITA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, dan sekitar 6000 di antaranya tidak berpenghuni, yang menyebar disekitar khatulistiwa, sehingga memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6° LU - 11°08′ LS dan dari 95°’ BB - 141°45′ BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlNzuhYYAI/AAAAAAAAABU/vxYspiubGZs/s320/rajaampatmm4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393427579809587202" border="0" /&gt;Dengan sekitar 300 kelompok etnis , dimana tiap etnis memiliki budaya yang berkembang selama berabad-abad, yang dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, dan Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlOsvPDkqI/AAAAAAAAABc/2dU21E5aTYg/s320/seni_tari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393428559253705378" border="0" /&gt;Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatra seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Nanggroe Aceh Darussalam. Selain itu, seni pantun, gurindam, dan sebagainya juga terdapat di berbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya yang sering dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain. Oleh karena itu, Indonesia kaya akan beragam warisan budaya yang sangat menarik bagi para wisatawan, baik dari dalam maupun dari luar negri. Sebab itu pula website Wisata Indonesia Anda ini memiliki tujuan untuk mengenalkan lebih dalam lagi kepada masyarakat luas mengenai potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh Indonesia. Yang dapat dipergunakan sebagai referensi sebelum anda berpergian, ataupun untuk menambah wawasan tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wisata Sulawesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="top_mag_titles"&gt;      Tana Toraja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Tana Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama Tongkonan. Atapnya terbuat dari daun nipa atau kelapa dan mampu bertahan sampai 50 tahun. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan. &lt;p&gt;Selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini di Tana Toraja. Ada juga kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 - 7 tahun.&lt;/p&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 321px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlS279mwLI/AAAAAAAAABk/8gjzVBPvKP4/s320/tana_toraja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393433132515377330" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tana Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penempatan jenazah bayi di pohon ini juga disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi pula tempat bayi yang dikuburkan di batang pohon Tarra tersebut. Bahkan, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Event menarik di kawasan wisata ini yaitu adanya upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan rambu tuka (pesta syukuran) yang merupakan kalender tetap tiap tahun. Selain event tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat obyek wisata budaya menarik lainnya seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk “kontainer” ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Wisata Papua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="top_mag_titles"&gt;      Raja Ampat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini. &lt;p&gt;Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.&lt;/p&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 322px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlUj7i0NcI/AAAAAAAAABs/JvLoJR8r4hc/s320/raja_ampat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393435005008754114" border="0" /&gt;Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini. &lt;p&gt;Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara P. Waigeo dan P. Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.&lt;/p&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlVKrU__4I/AAAAAAAAAB0/F2DFum6wLfs/s320/raja_ampat_diving.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393435670670737282" border="0" /&gt;Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis pigmy seahorse atau kudalaut mini, wobbegong dan Manta ray. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Manta Ray yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung. &lt;p&gt;Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan. Ada juga pesawat karam peninggalan perang dunia ke II yang bisa dijumpai di beberapa tempat penyelaman menjadikan tempat yang bagus untuk wreck dive seperti di P. Wai. Dan masih banyak lagi situs terumbu karang yang sebenarnya belum pernah dijamah. Ini menjadikan penyelaman di Raja Ampat terasa lebih menantang.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wisata Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="top_mag_titles"&gt;      Pasar Terapung Muara Kuin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Dengan menyaksikan panoramanya, wisatawan seakan-akan sedang tamasya. Jukung-jukung dengan sarat muatan barang dagangan sayur mayur, buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga tersedia di pasar terapung. Ketika matahari mulai muncul berangsur-angsur pasar pun mulai menyepi, sang pedagang pun mulai beranjak meninggalkan pasar terapung membawa hasil yang diperoleh dengan kepuasan. &lt;p&gt;Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah berdesak-desakan antara perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang sungai Barito. Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pada pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung atau pembagian pedagang bersarkan barang dagangan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 311px; height: 216px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlXaqURNjI/AAAAAAAAAB8/Uf4e31CJTyI/s320/pasar_terapung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393438144300398130" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk, sesuatu yang unik dan langka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Obyek wisata ini sering dianggap sebagai daya tarik yang fantastik, Banjarmasin bagaikan Venesia di Timur Dunia, karena keduanya memiliki potensi wisata sungai. Namun kedua kota berbeda alam dan latar belakang budayanya. Di Banjarmasin masih banyak ditemui di sepanjang sungai rumah-rumah terapung yang disebut rumah lanting, yang selalu oleng dimainkan gelombang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daerah Kuin merupakan tipe permukiman yang berada di sepanjang aliran sungai (waterfront village) yang memiliki beberapa daya tarik pariwisata, baik berupa wisata alam, wisata budaya maupun wisata budaya. Kehidupan masyarakatnya erat dengan kehidupan sungai seperti pasar terapung, perkampungan tepian sungai dengan arsitektur tradisionalnya. Hilir mudiknya aneka perahu tradisional dengan beraneka muatan merupakan atraksi yang menarik bagi wisatawan, bahkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi desa wisata sehingga dapat menjadi pembentuk citra dalam promosi kepariwisataan Kalimantan Selatan. Masih di kawasan yang sama wisatawan dapat pula mengunjungi Masjid Sultan Suriansyah dan Komplek Makam Sultan Suriansyah, pulau Kembang, pulau Kaget dan pulau Bakut. Di Kuin juga terdapat kerajinan ukiran untuk ornamen rumah Banjar.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Nusa Kambangan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tempat Wisata Jawa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;Nusa Kambangan adalah nama sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Pemasyarakatan (LP) berkeamanan tinggi di Indonesia. Pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap dan tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia. Untuk mencapai pulau ini orang harus menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan khusus di Cilacap selama kurang-lebih lima menit. Pelabuhan feri pulau ini bernama Wijayapura.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semula terdapat sembilan LP di Nusa Kambangan (untuk narapidana dan tahanan politik), namun kini yang masih beroperasi hanya tinggal empat, yaitu LP Batu (dibangun 1925), LP Besi (dibangun 1929), LP Kembang Kuning (tahun 1950), dan LP Permisan (tertua, dibangun 1908). Lima lainnya, yaitu Nirbaya, Karang Tengah, Limus Buntu, Karang Anyar, dan Gleger telah ditutup. Wilayah selatan pulau menghadap langsung ke Samudera Indonesia dengan pantai berkarangnya dan ombak besar. Wilayah utara menghadap Cilacap dan dikelilingi kampung-kampung nelayan sepanjang hutan bakau, antara lain Kampung Laut dan Jojog.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlfFgOZoOI/AAAAAAAAACE/xEZ9x39__kA/s320/nusa_kambangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393446576907198690" border="0" /&gt;Penghuni Nusakambangan hanya para narapidana dan pegawai LP beserta keluarganya, di bawah pengawasan Departemen Kehakiman dan Pemda Cilacap. Keluar-masuk pulau ini harus memiliki ijin khusus dengan prosedur tertentu. Anak-anak para pegawai bersekolah di SD yang tersedia di dalam pulau. Untuk meneruskan ke tingkat lanjutan (SMP, SMU, atau perguruan tinggi), mereka harus bersekolah di Cilacap atau kota lainnya di Pulau Jawa. &lt;p&gt;Pulau Kambangan, yang berstatus sebagai cagar alam, selain sering digunakan untuk latihan militer, juga merupakan habitat bagi pohon-pohon langka, namun banyak yang telah ditebang secara liar. Saat ini yang tersisa kebanyakan adalah tumbuhan perdu, nipah, dan belukar. Kayu pawlar yang hanya dapat ditemukan di pulau ini banyak dicuri karena setelah dikeringkan, mempunyai kualitas yang setara dengan kayu dari Kalimantan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara tradisional, penerus dinasti Kesultanan Mataram sering melakukan ritual di pulau ini dan menjadikannya sebagai “hutan ritual”. Di bagian barat pulau, di sebuah gua yang terletak di areal hutan bakau, ada semacam prasasti peninggalan zaman VOC. Di ujung timur, di atas bukit karang, berdiri menara mercusuar Cimiring dan benteng kecil peninggalan Portugis. Berbagai macam tumbuhan khas ritual budaya Jawa ditanam di sini. Nusa Kambangan tercatat sebagai pertahanan terakhir dari tumbuhan wijayakusuma yang sejati. Dari sinilah nama pulau ini berasal: Nusa Kembangan, yang berarti “pulau bunga-bungaan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelabuhan feri utama yang ada di Nusakambangan adalah Pelabuhan Sodong, khusus untuk kepentingan transportasi keluarga dan pegawai serta narapidana.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pantai Pandansimo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Tempat Wisata Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pantai Pandansimo ini letaknya bersebelahan dengan Muara Sungai Progo. Deburan ombak yang besar dan liar, suasana mistis yang masih kental dengan banyaknya petilasan yang keramat, hiruk pikuk nelayan berjuang melawan ganasnya ombak merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pandansimo berasal dari kata Pandan yang berarti Pohon Pandan dan Simo yang yang berarti Macan. Pantai Pandansimo berada di Desa Poncosari atau sekitar 30 km dari Yogyakarta ke arah Selatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 395px; height: 288px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StllezECRiI/AAAAAAAAACM/A3IKTMVw0zA/s320/pantai_pandansimo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393453608530495010" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;Pada zaman Raja Hamengkubuwono VIII pantai ini diresmikan dan dijadikan tempat tirakatan, sekaligus kampung nelayan. Disini ada pasar ikan, dan ada padepokan yang dibangun dengan model khas bangunan Jawa. &lt;p&gt;Dari jauh, bangunan yang di tengahnya ada pohon pandan ini, nampak seperti simo, harimau. Tetapi setelah dekat, tempat ini terasa sejuk. Maka tempat ini disebut dengan nama Pandan Simo. Tak jauh dari sini ada Pandan Sari, yang juga ramai pada malam-malam tertentu, khususnya malam Jumat Kliwon. Juga ada Pandan Payung, sekitar satu kilometer arah ke barat. Disini agak sepi dan dikitari padang pasir yang cukup luas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pantai sepanjang Pandan Simo tidak cocok untuk berenang. Sangat dalam dan curam. Tetapi pemandangannya sangat bagus, terutama pada pagi hari sekitar jam 5.30 sampai jam 6.30. Tak jauh dari sini ada pelabuhan baru yang sedang dibangun, pelabuhan untuk para nelayan. Ikan-ikan yang dijual di sini cukup murah, sekitar Rp 20.000,00 per kg.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PANTAI PARANG TRITIS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tempat Wisata Yogyakarta&lt;/p&gt;Parangtritis, adalah sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal dan Pantai Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung - gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 409px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlngL5KTVI/AAAAAAAAACU/Bsmj8lS7UPk/s320/pantai_parangtritis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393455831398894930" border="0" /&gt;Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. lokasi lain adalah pantai parang kusumo dimana di pantai tersebut terdapat tempat konon untuk pertemuan antara raja jogjakarta dengan ratu laut selatan. &lt;p&gt;Pada hari-hari tertentu (biasa bulan suro) di sini dilakukan persembahan sesajian (Labuhan) bagi Ratu Laut Selatan atau dalam bahasa Jawa disebut Nyai Rara Kidul. Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini. Pantai Parangtritis menjadi tempat kunjungan utama wisatawan terutama pada malam tahun baru Jawa (1 muharram/Suro). Di Parangtritis ada juga kereta kuda atau kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Museum Mpu Tantular&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat Wisata Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eks Museum Mpu Tantular ini merupakan perkembangan dari museum sejarah Stedelijk di Surabaya yang didirikan oleh Von Vaber dari Jerman, yang saat ini dia sudah menjadi warga Surabaya. Gedung ini berdiri sejak tahun 1933, dan baru diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937 di Jalan Pemuda 33 Surabaya. &lt;p&gt;Ide dibangunnya museum oleh Von Vaber yaitu untuk mengungkapkan sejarah kota Surabaya sebagai kota kelahiran. Mempersembahkan suatu Lembaga Kebudayaan yang pada akhirnya diwujudkan dalam bentuk museum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 368px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlsB5j0d7I/AAAAAAAAACc/4n5Cb_NrFpA/s320/museum_mpu_tantular.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393460808639608754" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usaha-usaha ini dirintis oleh Von Vaber dimulai dengan mengumpulkan data secara sistematis sebagai bahan penulisan buku “OLD SURABAYA” (Surabaya Lama). Setelah buku tersebut dapat diterbitkan, langkah berikutnya adalah penulisan buku “NEW SURABAYA” (Surabaya Baru) yang diterbitkan tahun 1933.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demi menjaga kelangsungan hidup museum maka museum Mpu Tantular ditempatkan dibawah yayasan Pendidikan Umum. Selanjutnya timbul inisiatif untuk menyerahkan museum ini kepada Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Timur. Peresmian dilakukan pada tanggal 1 Nopember 1974. Selanjutnya Museum Negeri Jawa Timur ini diberi nama Mpu Tantular dengan lokasi awalnya dijalan Pemuda 3 Surabaya. Karena penambahan koleksinya maka pada pertengahan bulan September - Oktober 1975 museum ini dipindahkan ke Jalan Taman Mayangkara 6 Surabaya, yang peresmiannya pada tanggal 12 Agustus 1977.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bangunan eks museum ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian depan (gedung utama) dan bagian belakang (gedung baru). Gedung utama digunakan untuk pameran tetap yang dilanjutkan di gedung baru pada lantai bawah bagian Timur. Lantai atas digunakan untuk ruang Tata Usaha dan Ruang Kepala Museum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada gedung baru lantai bawah sebelah Barat digunakan untuk Laboratorium Konservasi (Preparasi) dan Ruang Pameran Temporer, sedangkan pada bagian atasnya digunakan untuk ruang Perpustakaan dan Ruang Auditorium.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gedung eks Museum Mpu Tantular Surabaya berada di Jl. Taman Mayangkara No. 6 Surabaya, mempunyai lokasi yang strategis, karena berada diantara Jalan Raya Darmo dan Jalan Diponegoro dan Lokasi ini berseberangan dengan kebun binatang Surabaya.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kebun Binatang Surabaya&lt;/span&gt;&lt;p&gt;Tempat Wisata Surabaya&lt;/p&gt;Kebun Binatang Surabaya (KBS) adalah salah satu kebun binatang yang populer di Indonesia, terletak di jalan Setail No. 1 Surabaya, KBS merupakan kebun binatang yang pernah terlengkap se-Asia Tenggara, didalamnya terdapat lebih dari 351 spesies satwa yang berbeda yang terdiri lebih dari 2.806 binatang. Termasuk didalamnya satwa langka Indonesia maupun dunia terdiri dari Mamalia, Aves, Reptilia, Pisces.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 394px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StltoixTPdI/AAAAAAAAACk/Tv0Y3T9AUzs/s320/kbs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393462572048661970" border="0" /&gt;KBS merupakan tempat wisata yang menarik karena faktor letaknya yang berada di tengah-tengah kota Surabaya, diantara kesibukan kota metropolis ternyata masih dapat kita temukan tempat berbagai macam satwa yang sebagian besar biasanya hidup di alam bebas, hal ini dapat menjadi semacam tolak ukur bagi manusia untuk tetap menjaga keseimbangan alam dalam melestarikan satwa dan juga bagi anak-anak kecil mengunjungi KBS merupakan bagian pendidikan yang secara tidak langsung berguna untuk mengenal berbagai macam satwa yang ada supaya tertanam sejak dini perasaan mencintai seluruh alam dan isinya. Selain itu, KBS merupakan taman satwa yang artinya tempat atau wadah dengan fungsi utama konservasi ex-situ yang melakukan usaha perawatan dan penangkaran berbagai jenis satwa dalam rangka membentuk dan mengembangkan habitat baru sebagai sarana perlindungan dan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pengembangan IPTEK serta untuk sarana rekreasi alam yang sehat. &lt;p&gt;Sasaran akhir taman satwa ini adalah : memperluas pemahaman dan apresiasi masyarakat tentang fungsi taman satwa, meningkatkan upaya kesejahteraan satwa, menciptakan kaitan antara konservasi ex-situ dengan in-situ, membentuk jaringan global antar taman satwa. Program pendidikan dan penelitian di Kebun Binatang Surabaya melaksanakan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan wahana keilmuan bagi masyarakat dan merupakan laboratorium hidup untuk lebih mencintai dan menghargai flora dan fauna sebagai kekayaan alam milik kita bersama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama ini pada hari minggu atau hari-hari libur lainnya, KBS selalu dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai daerah, kota, bahkan turis mancanegara. Kalau dilihat sepintas perkembangan Kebun Binatang Surabaya sangat baik dan pantas untuk dibanggakan sebagai obyek wisata di Jawa Timur dan di Surabaya pada khususnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;WISATA MALANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Menikmati pesona dan keunikan wisata di &lt;strong&gt;Malang, Batu, Bromo&lt;/strong&gt; dan kota-kota lainnya di &lt;strong&gt;Jawa Timur&lt;/strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Berkunjung dan bertualang ke tempat-tempat baru yang mungkin belum akrab di telinga banyak orang tentu menjadi sesuatu yang membanggakan. Keunikan cerita dan serunya pengalaman pasti menjadi hal yang sangat menarik dan berkesan bukan hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi mereka yang mendengarkan. &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Kekayaan alam, budaya dan sejarah yang dimiliki membuat wilayah yang ada di &lt;strong&gt;Malang&lt;/strong&gt; dan sekitarnya menjadi tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Ikon-ikon wisata di Malang Batu dan sekitarnya seperti: Ijen Boulevard, Museum Brawijaya, Toko Oen, Alun-alun Tugu, Alun-alun Merdeka, Keramik Dinoyo, &lt;strong&gt;Candi Singosari&lt;/strong&gt;, Kebun Teh Wonosari, Waduk &lt;strong&gt;Selorejo&lt;/strong&gt;, Pemandian &lt;strong&gt;Selecta&lt;/strong&gt;, Sumber Air Panas Cangar, Songgoriti, Jatim Park, Batu Night Spectaculer, desa bunga Sidomulyo, air terjun &lt;strong&gt;Coban Rondo&lt;/strong&gt;, sunrise di Puncak Penanjakan, pendakian ke Kawah Bromo, berkuda di Lautan Pasir, Trekking ke Ranu Pane, &lt;strong&gt;Ranu Kumbolo&lt;/strong&gt;, ke Puncak Semeru dll menjadi salah satu bukti kekayaan tersebut. Diluar itu masih banyak tujuan wisata lain yang tak kalah menarik, seperti: Wisata Kampus, Wisata Makanan, Wisata Budaya, Wisata Kerajinan dll. &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Perjalanan sejarah &lt;strong&gt;kota Malang&lt;/strong&gt; yang juga dikenal dengan &lt;strong&gt;Paris van Java&lt;/strong&gt; ini boleh dibilang cukup panjang. Nama “Malang” berasal dari &lt;strong&gt;Candi Malang Kucecwara&lt;/strong&gt;, sebuah candi yang terletak di kaki Gunung Buring, di timur kota Malang. Candi tersebut dibangun pada abad ke-15. Karena daerah dan kondisi alamnya yang sejuk, &lt;strong&gt;Kota Malang&lt;/strong&gt; dikembangkan sebagai daerah peristirahatan bagi orang-orang Belanda dan kaum ningrat Jawa. Peninggalan bangunan kuno mereka sampai sekarang sebagian masih tegak berdiri.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Di beberapa kawasan &lt;strong&gt;Kota Malang&lt;/strong&gt; masih banyak terdapat beberapa bangunan kuno-bersejarah yang memiliki nilai arsitektur dan sejarah, antara lain di kawasan yang menggunakan nama jalan gunung-gunung (Bergenbuurt), kawasan yang menggunakan nama jalan pahlawan-pahlawan (Orangebuurt), kawasan yang menggunakan nama jalan pulau-pulau (Eilandenbuurt), kawasan Splendid, kawasan alun-alun, dan lain sebagainya. &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Obyek Wisata Alam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Taman Nasional Bromo Tengger Semeru&lt;/strong&gt; (TNBTS) dan &lt;strong&gt;Ekowisata Cagar Alam Pulau Sempu&lt;/strong&gt; saat ini menjadi obyek wisata unggulan bagi &lt;strong&gt;Kabupaten Malang&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Jawa Timur&lt;/strong&gt;. Keindahan trekking di TNBTS bisa dilihat disini. Keindahan yang bisa ditemui di &lt;strong&gt;Pulau Sempu&lt;/strong&gt; adalah bagaimana bisa berenang di air yang amat jernih (di segara anakan) dan bagi mempunyai hoby snorkling dapat dengan leluasa menikmati pemandangan bawah laut karena tempat ini pernah jadi pembudayaan terumbu karang tanpa harus takut terseret gelombang.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Di &lt;strong&gt;Pulau Sempu&lt;/strong&gt; terdapat telaga yang disebut dengan &lt;strong&gt;Segara Anakan&lt;/strong&gt;. Tempat ini lebih mirip telaga kecil yang dikelilingi batu karang tinggi yang membatasinya dengan laut lepas, laut selatan atau Laut Indonesia yang bergelombang besar.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Suplai air ke telaga ini berasal dari karang yang berlubang besar di tengahnya, yang secara periodik menyajikan pemandangan indah percik-percik air deburan ombak yang menghantam karang. Sebagian air itu mengalir masuk ke &lt;strong&gt;Segara Anakan&lt;/strong&gt;. Selain berenang di kolam raksasa ini, pengunjung juga bisa bersantai dengan bermain voli pantai. &lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Bagi yang menyukai suasana alam yang asli, jauh dari kebisingan kehidupan modern, &lt;strong&gt;Pulau Sempu&lt;/strong&gt; memberikan solusi, hanya memang jangan mengharapkan ada hotel berbintang, selain tempat tidur yang dibawa sendiri. Disamping itu juga bisa memanjat karang yang mengitari &lt;strong&gt;Segara Anakan&lt;/strong&gt;, dari atas karang kita bisa melihat deburan ombak laut lepas yang mengikis terbing2 raksasa, sangat indah memang. Kalau sudah begini, jangan lupa bawa kamera lengkap agar tidak menyesal.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;Masih untuk mereka yang gemar berwisata alam, &lt;strong&gt;Kabupaten Malang&lt;/strong&gt; menyediakan pemandangan alam di &lt;strong&gt;Waduk Selorejo&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Perkebunan Teh Wonosari&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Perkebunan Apel Poncokusumo&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Coban Pelangi&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Kebun Raya Purwodadi&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Bukit Flora &lt;/strong&gt;(yang ini milik tetangga, kabupaten Pasuruan). Keasrian dan suasana alam yang harmoni inilah yang membuat tempat-tempat tersebut layak dikunjungi bila Anda ke &lt;strong&gt;Malang&lt;/strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;PANGANDARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img class="multithumb" src="http://www.tourismwestjava.com/mambots/content/multithumb/thumbs/b.150.100.16777215.0..stories.pangandaran.jpg" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204);" alt="Image" title="Image" align="left" border="" width="162" height="100" hspace="6" /&gt;Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran merupakan hutan sekunder tua yang berumur antara 50 – 60 tahun mendominasi kawasan TWA Pangandaran. Selebihnya adalah sisa-sisa hutan primer yang tidak luas dan terpencar letaknya, serta sedikit hutan pantai.&lt;br /&gt;Pohon-pohon di hutan sekunder tua di dalam kawasan TWA Pangandaran memiliki ketinggian rata-rata antara 25 – 35 m, dengan jenis-jenis yang dominan diantaranya Laban (Vitex pubescens). Ki segel (Dillenia excelsa) dan marong (Cratoxylon formosum), juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan primer seperti Pohpohan (Buchania arborescens), Kondang (Ficus variegata), dan Benda (Disoxyllum caulostachyllum). Pohon-pohon tersebut umumnya ditandai oleh tumbuhnya jenis tumbuhan liana dan epifit.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan. Ditumbuhi pohon formasi Barringtonia, seperti Butun (Barringtonia aseatica), Ketapang (Terminalia catappa), Nyamplung (Callophyllum inophyllum) dan Waru Laut (Hibiscus tiliaceus).&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img class="multithumb" src="http://www.tourismwestjava.com/mambots/content/multithumb/thumbs/b.150.100.16777215.0..stories.rsgallery.pangandaran-01_resize.JPG" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204);" alt="Image" title="Image" border="" width="133" height="100" hspace="6" /&gt;&lt;img class="multithumb" src="http://www.tourismwestjava.com/mambots/content/multithumb/thumbs/b.150.100.16777215.0..stories.rsgallery.pangandaran-02_resize.JPG" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204);" alt="Image" title="Image" border="" width="133" height="100" hspace="6" /&gt;&lt;img class="multithumb" src="http://www.tourismwestjava.com/mambots/content/multithumb/thumbs/b.150.100.16777215.0..stories.rsgallery.pangandaran-04_resize.JPG" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204);" alt="Image" title="Image" border="" width="133" height="100" hspace="6" /&gt; &lt;/p&gt; Dengan berbagai ragam floranya, kawasan  taman wisata alam Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar. Jenis satwa liar yang dapat dijumpai pada kawasan ini antara lain : Tando ( Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung&lt;br /&gt;(Presbytis cristata), kalong (Pteropus campyrus), Banteng (Bos sondaicus), Rusa (Cervus timorensis), kancil (Tragulus javanica), dan landak (Hystrix javanica).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jenis-jenis burung yang dapat dijumpai antara lain burung Canghegar (gallus varius), Tlungtumpuk (Magalaema javensis), Cipeuw (Aegitina tiphia), Larwo (Copsychus malaharicus) dan jogjog (Pycnonotus plumosus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Amphibi yang dapat ditemui diantaranya adalah Katak pohon (Rhacopnorus leucomistak), Katak buduk (Bufo melanostictus), dan Bancet (Rana limnocharis). Sedangkan jenis Reptilia yang dapat ditemui diantaranya adalah Biawak (Dracopolon sp), tokek (Gecko gecko) dan beberapa jenis ular, antara lain Ular pucuk (Dryopsis prasinus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Potensi Wisata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain obyek wisata berupa hutan alam maupun tanaman, daya tarik yang lain adalah pantai pasir putih, goa alam dan peninggalan sejarah serta Batu Kalde. Berikut uraian dari masing-masing obyek wisata alam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; a.   GUA KERAMAT ATAU GUA PARAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita gua ini dahulunya merupakan untuk bertapa dan bersemedi oleh beberapa Pangeran dari Mesir yaitu Pengeran Kesepuluh (Syech Ahmad), Pangeran Kanoman (Syech Muhammad), Pangeran Maja Agung dan Pangeran Raja Sumenda&lt;br /&gt;Pangeran Maja Agung mempunyai istri empat yang salah satu istrinya bernama Dewi Cimilar Putri Jin, mempunyai seorang Putri bernama Dewi Ranggasmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Pangeran Batara Sumenda adalah kakak dari Pangeran Maja Agung. Pada suatu hari Pangeran Maja Agung memanggil kedua putranya Pangeran Ahmad dan Pangeran Muhammad untuk memberikan tugas untuk mengislamkan daerah Ciamis Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran Maja Agung percaya bahwa kedua anaknya dapat menjalankan tugasnya karena mereka mempunyai kesaktian dari sepuluh jimat yang disebut Konco Kaliman.&lt;br /&gt;Adik tirinya yang bernama Dewi Ranggasmara pernah meracuni kedua kakaknya karena menginginkan jimat, akan tetapi perbuatannya segera diketahui. Sebagai pembalasannya kakaknya hendak memperkosa adiknya tetapi hal itu tidak sempat dilakukan karena sempat diketahui oleh penakawannya.&lt;br /&gt;Pada hari yang telah ditentukan Pangeran Ahmad dan Muhammad pergi untuk menjalankan tugasnya akan tetapi Pangeran Maja Agung tidak mendapat berita tentang putranya. Kemudian mengutus kakaknya Pangeran Raja Sumenda untuk mencarinya.&lt;br /&gt;Pangeran Raja Sumenda pergi sendirian dari Mesir, beliau mendengar suara yang memberitahukan bahwa kedua keponakannya ada dalam sebuah gua.&lt;br /&gt;Setelah ketemu kemudian melapor kepada Raja Maja Agung, tidak lama kemudian beliau menyusul dan bersama-sama bersemedi di gua ini yang sekarang diberi nama Gua Keramat.&lt;br /&gt;Didalam gua ini terdapat dua kuburan yang bukan sebenarnya, hanya sebagai tanda saja bahwa ditempat inilah syech Ahmad dan Muhamad menghilang (tilem).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; b.       GUA PANGGUNG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita yang berdiam di gua ini adalah Embah Jaga Lautan atau dibesutpula Kiai Pancing Benar. Beliau merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul dan ibunya menugaskan untuk menjaga lautan di daerah Jawa Barat pada khususnya dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya oleh karena itu beliau disebut Embah Jaga Lautan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Embah Jaga Lautan ini berasal dari Mesir yang ditugaskan untuk menyiarkan agama Islam. Beliau mempunyai isteri 7 orang yang setiap malam beliau bergiliran menengok salah satu ketujuh isterinya. Ketujuh isterinya itu selalu bertengkar satu sama lain. Pada satu hari isterinya yang ketujuh tidak sempat ditengok karena beliau pergi memancing. Pancing yang digunakann tidak berbentuk melingkar  akan tetapi lurus dan ikan yang didapatnya disebut ikan Topel karena ikan tersebut menempel pada pancingnya. Setelah beliau mempunyai ikan Topel tersebut ketujuh isterinya kemudian rukun bersama, maka oleh karena itu beliau disebut juga Kiai Pancing Benar dan sampai sekarang masih banyak orang yang menangkap ikan tersebut karena masih percaya akan khasiatnya.&lt;br /&gt;Disebut Panggung karena didalam gua ini terdapat tempat seperti panggung yang dipakai untuk sembahyang para wali atau orang-orang yang akan naik haji ke Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;c. GUA LANANG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita gua ini dulunya merupakan Keraton yang pertama Kerajaan Galuh, sedangkan Keraton yang kedua terdapat di Karang Kamuyaan Ciamis. Raja Galuh ini laki-laki (Lanang)  yang sedang berkelana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; d. BATU KALDE ATAU SAPI GUMARANG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ditempat ini menurut cerita tinggal seorang sakti yang dapat menjelma menjadi seekor sapi yang gagah berani dan sakti.&lt;br /&gt;Sapi Gumarang adalah nakhoda kapal, pada suatu hari Sapi Gumarang ini diutus untuk membeli padi kedaerah Galuh, akan tetapi tidak berhasil sebab Raja Galuh tidak mengijinkan berhubungan persediaan padi untuk daerah itu sendiri belum mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nakhoda kapal sangat marah mendengar hal itu kemudian dia mengutus  Sapi Gumarang untuk merusak seluruh Galuh dan sekitarnya. Sapi Gumarang dapat menjalankan tugasnya dengan baik terbukti seluruh padi baik yang berada di lumbung dan disawah terkena hama. Raja Galuh sangat terkejut dengan keadaan ini dan beliau yakinhal ini pasti dilakukan oleh utusan Nakhoda, kemudian beliau menyusun putra angkatnya Sulanjana untuk mencari Sapi Gumarang dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan akan membantu Kerajaan Galuh apabila terserang hama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; e. RENGGANIS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini berawal dengan adanya sebuah pemandian berupa sungai kepunyaan seorang Raja bernama Raja Mantri. Pada suatu hari Raja Mantri pergi melihat-lihat pemandiannya, kebetulan waktu itu Dewi Rengganis dan para Inangnya sedang mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi Rengganis adalah putri dari kayangan, karena terdorong oleh perasaan hatinya kemudian Raja Matri mengambil pakaian Dewi Rengganis. Alangkah terkejutnya sang Dewi karena pakaiannya sudah tidak ada pada tempatnya, Inangnya disuruh untuk mencarinya akan tetapi tidak berhasil. Karena kesalnya Dewi Rengganis kemudian berkata barang siapa menemukan bajunya maka akan dijadikan saudara bila perempuan dan bila laki-laki akan dijadikan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perkataan Dewi terdengan oleh Raden Mantri kemudian dia keluar dari persembunyiannya. Untuk menepati janji, Dewi Rengganis bersedia menjadi istri Raden Raja Mantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah kemudian pemandian ini diserahkan kepada Dewi Rengganis. Sejak itu pemandian itu dinamakan Cirengganis dan sampai sekarang banyak orang yang masih percaya akan khasiat apabila mandi disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fasilitas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana dan prasarana yang telah tersedia di TWA Pangandaran antara lain berupa pintu gerbang, loket karcis, ruang informasi, shelter, jalan setapak, tempat parkir dan pos jaga.&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CITUMANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 268px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SuvRs8qJ9_I/AAAAAAAAAA4/iRHYQFGfBDE/s320/IMAGE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398639148461062130" border="0" /&gt;Wana wisata ini berupa hutan lindung yang memunyai  sumber air yang ada berupa mata air dan sungai yang saat ini dimanfaatkan untuk wisata dan mengairi lahan pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat di sekitarnya. Potensi visual lansekap menuju lokasi cukup menarik dengan pemandangan alam berupa : panorama hutan dan batuan karst, sedangkan gejala alam/potensi visual lansekap di dalam kawasan yang mempunyai karakteristik khas adalah air terjun sungai dan panorama alam. &lt;p&gt;Wana Wisata ini digunakan untuk wisata harian. Kegiatan wisata harian yang dapat dilakukan adalah mandi di sungai/berenang, berperahu dayung, lintas alam dan berkemah.&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img class="multithumb" src="http://www.tourismwestjava.com/mambots/content/multithumb/thumbs/b.200.150.16777215.0..stories.rsgallery.citumang1_resize.JPG" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204);" alt="Image" title="Image" border="" width="102" height="150" hspace="6" /&gt;&lt;img class="multithumb" src="http://www.tourismwestjava.com/mambots/content/multithumb/thumbs/b.200.150.16777215.0..stories.rsgallery.citumang0_resize.JPG" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204);" alt="Image" title="Image" border="" width="216" height="150" hspace="6" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Nama Citumang lahir dikarenakan stelah aliran hulu sungai keluar dari gua kemudian jatuh membentuk curug, akan tetapi dibalik Curug tersebut terdapat sebuah gua lain yang cukup panjang persis dibawah permukaan sungai yang berada di atasnya. Sedangkan airnya sama bersumber dari gua yang berada di hulu. Sehingga numpang (berada diatasnya), yang berasal dari kata Cai=Air dan Tumpang (numpang) = diatasnya, akan tetapi masyarakat lebih enak menggunakan kata Citumang daripada Citumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis fasilitas yang tersedia adalah : MCK dan tempat ganti pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wana wisata ini dapat dicapai dari Kabupaten Ciamis (35 km) dan Bandung (118 km). Kondisi jalan pada umumnya beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat. Sarana Transportasi umum yang ada hanya ojek. Masih ada jalan setapak yang harus dilalui untuk mencapai WW Citumang melewati pedesaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5COPFLAS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h3 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:3; 	font-size:13.5pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Wisata Alam Air Terjun Kakek Bodo&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:12;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SvAETrHQmII/AAAAAAAAABA/cmkpgDU_7_Q/s320/image.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399820689254422658" border="0" /&gt;Rasa-rasanya hari berlalu begitu cepat kalau kita sedang menghabiskan masa liburan yang begitu menyenangkan bersama teman-teman kantor. Seperti yang baru saja kita lakukan ketika kita semua, saya mas hendra, mas Irul, pak john, bos soim di tempat wisata alam ait terjun Bakek Bodo Prigen, Pasuruan Jawa Timur. Ini adalah tempat wisata yang begitu menakjubkan bagi kami. Detail tentang wisata Air Terjun Kakek Bodo Adalah sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebelum Anda memasuki area wisata Anda akan diharuskan untuk membayar uang parkir sebesar Rp 3000 per motor. Untuk mencapai tempat parkir anda harus extra hati-hati karena jalan menuju tempat parkir sangatlah menanjak. Setelah Anda melewati sekitar 20 meter dari tempat parkir akan ada tempat pembelian tiket masuk seharga Rp 4100 perkepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika Anda sudah mendapatkan tiket maka anda bisa langsung menuju obyek wisata air terjun kakek bodo dengan menempuh jarak kurang lebih satu kilometer dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan anda akan di sambut beberapa ekor kera yang menghuni pegunungan tersebut, semak yang menandakan masih asrinya daerah wisata ini. Sembari menaiki anak tangga anda bisa melihat pemandangan di kaki gunung yang indah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di sepanjang jalan menuju air terjun anda juga bisa membeli makan di tepi jalan. Nah, masih di jalan menuju air terjun, anda bisa melihat adanya makam Kakek Bodo yang berada di sebelah timur jalan setapak yang anda lewati yang juga menandakan air terjun sudah dekat, hanya berjarak 100 meter. Setelah Anda sampai maka anda bisa mendengarkan gemuruhnya air yang jatuh dari ketinggian sekitar 50 meter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Air terjun ini di kelilingi dengan bebatuan yang di topang oleh akar-akar pepohonan. Kurang puas dengan melihat air terjun anda bisa menikmati dinginnya air terjun dengan mandi dibawah air terjun yang mengalir dengan derasnya dan juga jernih. Tetapi pastikan bahwa Anda akan tahan dengan dinginnya air pada air terjun ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah anda puas dengan menikmati dinginnya ait terjun Kakek Bodo anda juga bisa menikmati obyek wisata yang lainnya yaitu menelusuri jalan setapak yang menanjak menuju ke Gunung Arjuna dan Gunung Welirang yang berada di sebelah barat air terjun Kakek Bodo. Namun pastikan anda memiliki cukup bekal dan energi untuk bisa menaklukkan pajangnya jalan setapak menuju kedua gunung tersebut. Namun jika itu bukan menjadi pilihan obyej setelah air terjun maka anda bisa menikmati berenang di kolam renang dengan hanya membayar karcis masuk yaitu sebesar Rp 3000 per kepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nah Bagaimana apakah Anda tertarik? Jika demikian anda dengan mudah bisa mencapainya dengan kendaraan roda 2 ataupun kendaraan roda 4. Akses menju kesana sangatlah mudah. Anda hanya perlu mengikuti jalan menuju Polsek Prigen-Ambil arah Kekiri dan ikuti sepanjang jalan raya tersebut, maka dengan mudah anda akan bisa menemukan Wisata alam Air terrjun Kakek Bodo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun sayang penulis tidak bisa berbagi pengalaman melalui gambar karena seminggu sebelum liburan kamera kami hilang. Namun Anda bisa mencobanya langsung untuk merasakan dinginnya air terjun Kakek Bodo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RAJA AMPAT,DIVER HEAVEN   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 291px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SvAJfoe8YbI/AAAAAAAAABI/qSbgKqs6Hxs/s320/IMAGE2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399826392265023922" border="0" /&gt;Satu lagi tempat menyelam yang akan membuat penyelam jatuh cinta dengan keindahan di bawah air, pulau Raja Ampat. Pulau ini terletak di Papua 50 mil dari pelabuhan Sorong Jeftman. Anda dapat mencapai pulau ini dengan menggunakan speedboat dan dibutuhkan 2 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini ditemukan oleh orang Belanda pada tahun 1990, Max Ammer. Dia membangun PT Papua Diving sebagai yang mengelola tempat ini. Anda dapat meminta untuk ini PT Papua Diving untuk menjemput anda dari Sorong Jeftman Harbour jika Anda membayar 200 Eoru. Atau Anda dapat pergi ke sana dengan menyewa speed boat dengan Rp 2 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada dua tempat di pulau ini yang dapat digunakan untuk menyelam tempat. Mereka Kri Eco resort dan Resor Sorido jurang. Bangunan tradisional dapat ditemukan di Kri Eco. Bangunan ini terbuat dari kayu dan bambu. Bangunan ini tampak sesuai dengan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghabiskan malam di pabrik ini, wisatawan dapat menggunakan salah satu dari enam bangunan yang tersedia. Dalam setiap bangunan mempunyai empat kamar tidur untuk setiap kamar. Dan Anda akan tidur nyenyak di sana. Ketika Anda membuka mata setelah tidur malam keindahan pertama yang akan Anda adalah kicauan burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sarapan Anda bisa mendapatkan makanan java. Itu mendengar aneh, karena cara jauh dari pulau Jawa tapi Anda dapat menemukan Tempe Bacem (makanan yang terbuat dari kacang tanah dan makan dengan adonan cabai merah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sarapan, Anda dapat mulai untuk mendapatkan pengalaman di pulau ini dengan &lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SvAKU1WR7MI/AAAAAAAAABQ/3KRHk6O-j3s/s320/IMAGE3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399827306251414722" border="0" /&gt;menyelam. Anda akan menemukan air ribu tanaman dan hewan di dalam air. Ini diperkirakan sebagai tempat pertama di dunia yang memiliki kebanyakan hewan dan tanaman air di dalamnya air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat mengunjungi salah satu objek yang juga menawarkan keindahan, Kri Eko Bridge. Ada banyak warna-warni ikan laut aroud Roch di bawah jembatan. Tempat ini juga dapat digunakan untuk snorkeling.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KARIMUN JAWA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek Touris ini terletak di pantai utara dari jepara, Indonesia. di tempat ini apa yang bisa Anda lihat adalah &lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SvAMiaUZpoI/AAAAAAAAABY/W9bDxkkCDGE/s320/IMAGE4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399829738537199234" border="0" /&gt;Pulau Menjangan Besar, Pulau Besar dan Gemara Pulau Merica yang semuanya menawarkan keindahan di dalam air. Pastikan Anda memiliki Kolam mempersiapkan peralatan atau perlengkapan selam befor Anda mulai untuk mengambil perjalanan ke Karimunjawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda telah tiba di tempat wisata ini anda akan memutuskan untuk tinggal dan tinggal di pulau ini Anda dapat menikmati suasana perbedaan yang tidak akan Anda dapatkan dari tempat lain. Tenang, udara segar, langit biru telah memaksa wisatawan untuk datang dan datang ke tempat ini lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk mencapai tempat ini tidak mudah karena anda harus siap sama sekali, fisik Anda, uang dan waktu. Jika Anda turis dari Jakarta atau Jawa Timur Anda harus mengunjungi Jepara terlebih dahulu. Kemudian Anda akan menghabiskan 7 jam untuk Karimunjawa.The rute yang lain juga dapat menjadi cara untuk mencapai objek wisata adalah dengan melewati Tanjung Mas Semarang. Maka Anda hanya membutuhkan 3 jam untuk reacg Karimunjawa. Tentu saja, ini lebih mahal dibandingkan rute pertama.&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 161px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_b3kNqxXfwHA/SvAMyKG1usI/AAAAAAAAABg/qBfaN-BUIQc/s320/IMAGE5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399830009063258818" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan yang lain akan menghadapi turis ketika kami hanya bisa pergi ke Karimunjawa dua kali dalam vweek. Jadi, Anda harus datang tepat waktu o jepara untuk mencapai kapal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;table bg="" style="color: rgb(255, 255, 255);" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="640"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td width="10"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/528509270566599900-4909970593258532033?l=info-wisatabudaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/feeds/4909970593258532033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=528509270566599900&amp;postID=4909970593258532033&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/4909970593258532033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/4909970593258532033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/2009/10/wisata-indonesia.html' title='WISATA INDONESIA'/><author><name>kesenian.budaya.tradisional.indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09367158636728233982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlNzuhYYAI/AAAAAAAAABU/vxYspiubGZs/s72-c/rajaampatmm4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-528509270566599900.post-8684281452250052244</id><published>2009-10-26T01:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T02:22:22.747-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUDAYA'/><title type='text'>MUSIK DAN LAGU INDONESIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;MUSIK DAN LAGU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik dan &lt;a href="http://lagutradisionalindonesia/"&gt;lagu&lt;/a&gt; merupakan ekspresi perasaan manusia, baik dari sisi pembuat lagu maupun penikmat dari musik tersebut. Syair dan melodi/irama daru karya musik dapat mengungkap suatu peristiwa, karakter kolektif dari masyarakat, hingga proses akulturasi yang melatar belakanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap suku dan identitas kolektif dari mereka yang tinggal di kepulauan Indonesia tentu memiliki lagu yang lahir dari interaksi sosial terkait tempat tinggal dan latar belakang suku yang menyertainya. Musik merupakan ekspresi jiwa dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal nada yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. Alunan nada seperti apakah yang disukai oleh orang Toraja? Apakah lagu yang menurut orang-orang di Jawa Barat indah dekat dengan lagu-lagu dari Jawa Tengah? Seberapa berbeda lagu Apuse dengan Ati Raja? Sepertihalnya desain arsitektur dan motif, hubungan ini juga dapat dikaji dengan menggunakan konsep Pohon Filomemetika. Sebuah aplikasi filomemetika musik yang disertai &lt;i&gt;preview&lt;/i&gt; dari masing-masing lagu dapat diakses di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA LAGU TRADISIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StcSpFnelgI/AAAAAAAAAAk/VyJxnPySxFI/s1600-h/filomuz.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 285px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StcSpFnelgI/AAAAAAAAAAk/VyJxnPySxFI/s320/filomuz.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392799575891154434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berikut adalah data lagu-lagu dalam kontribusi para Sahabat Budaya IACI seperti anda. Data ini diharapkan terus ditambah dengan partisipasi anda untuk ikut memotret secara digital lagu tradisional yang anda temukan dan ketahui merupakan bagian dari tradisi budaya kepulauan Indonesia. Silakan ikuti Ketentuan Memuat Data dan Instruksi Tambah Data dan segera &lt;i&gt;upload&lt;/i&gt; lagu atau musik yang anda rasa perlu memperkaya basis data kita sebagai bangsa Indonesia. Data anda bisa dalam format .ogg, .mp3, ataupun .mid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Daftar Nama Lagu Daerah Musik Tradisional Khas Budaya Nasional - Kebudayaan Nusantara Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lagu Ampar-Ampar Pisang berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Anak Kambing Saya  berasal dari daerah / provinsi NTT&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Angin Mamiri  berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Anju Ahu  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Apuse  berasal dari daerah / provinsi Papua&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ayam Den Lapeh  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Barek Solok  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Batanghari  berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Bolelebo  berasal dari daerah / provinsi Nusa Tenggara Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Bubuy Bulan  berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Bungong Jeumpa berasal dari daerah / provinsi NAD&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Burung Tantina  berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Butet  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Cik-Cik Periuk  berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Cing Cangkeling berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Dago Inang Sarge berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Dayung Palinggam berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Dek Sangke  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Desaku  berasal dari daerah / provinsi NTT&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Esa Mokan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Gambang Suling berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Gek Kepriye berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Goro-Gorone  berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Gundul Pacul  berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Haleleu Ala De Teang berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Fluhatee  berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu llir-llir  berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Indung-Indung berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Timur&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Injit-Injit Semut  berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Jali-Jali berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Jamuran berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kabile-bile berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kalayar  berasal dari daerah / provinsi Kalimatan Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kambanglah Bungo berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kampung nan Jauh Di Mato berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ka Parak Tingga  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Keraban Sape  berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Keroncong Kemayoran berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kicir-Kicir berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kole-Kole berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Lalan Belek berasal dari daerah / provinsi Bengkulu&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Lembah Alas berasal dari daerah / provinsi NAD&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Lipang Lipangdang berasal dari daerah / provinsi Lampung&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Lisoi berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Macep-cepetan berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Madedek Magambiri berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Malam Baiko  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Mande-Mande  berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Manuk Dadali  berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ma Rencong  berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Mejangeran  berasal dari daerah / provinsi Baii&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Meriam Tomong  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Meyong-Meyong berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Moree berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Na Sonang Dohita Nadua berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ngusak Asik berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Nuluya berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu 0 Ina Ni Keke berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ole Sioh berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu 0 Re Re berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Orlen-Orlen berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu 0 Ulate berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Pai Mura Rame berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Pakarena  berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Palu Lempong Pupoi berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Panon Hideung  berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Paris Barantai  berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Peia Tawa-Tawa berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tenggara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Pileuleuyan berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Pinang Muda berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Pitik Tukung berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Potong Bebek  berasal dari daerah / provinsi NTT&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Putri Ayu  berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Rambadia  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Rang Talu  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Rasa Sayang-Sayange  berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ratu Anom berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Saputanga Bapuncu Ampat berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sarinande berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Selendang Mayang berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sengko-Sengko berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sepakat Segenap berasal dari daerah / provinsi DI Aceh&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sinanggar Tulo berasal dari daerah / provinsi Sumatera Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sing Sing So berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sinom  berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sipatokahan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sitara Tillo berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Soleram berasal dari daerah / provinsi Riau&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Surilang berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Suwe Ora Jamu berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tahanusangkara berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tanduk Majeng berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tanase berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tari Tanggai berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tebe O Nana berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tekate Dipanah berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tokecang berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tondok Kadindangku berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tope Gugu berasal dari daerah / provinsi SulawesiTengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tumpi Wayu berasal dari daerah / provinsi KalimantanTengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tutu Koda  berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Yamko Rambe Yamko berasal dari daerah / provinsi Papua&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/528509270566599900-8684281452250052244?l=info-wisatabudaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/feeds/8684281452250052244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=528509270566599900&amp;postID=8684281452250052244&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/8684281452250052244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/8684281452250052244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/2009/10/musik-dan-lagu-indonesia.html' title='MUSIK DAN LAGU INDONESIA'/><author><name>kesenian.budaya.tradisional.indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09367158636728233982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StcSpFnelgI/AAAAAAAAAAk/VyJxnPySxFI/s72-c/filomuz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-528509270566599900.post-3117385870077485794</id><published>2009-10-26T00:26:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T02:22:22.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUDAYA'/><title type='text'>टारियन INDONESIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;TARIAN INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/SthIWIlps9I/AAAAAAAAAA8/s232K8env7c/s1600-h/b3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 351px; height: 249px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/SthIWIlps9I/AAAAAAAAAA8/s232K8env7c/s320/b3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393140098875896786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tarian adalah ekspresi jiwa dalam bentuk gerak yang biasanya dipadu dengan alunan musik. Tarian terkait pula dengan momen, dapat melukiskan tentang suatu peristiwa: perang, suasana duka, penghormatan pada raja, atau pengejawantahan sebuah norma, misalnya seperti pengabdian seorang perempuan dalam budaya Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan tari di Indonesia berhubungan erat dengan perkembangan masyarakat. James R. Brandon (1967) membagi perkembangan pertunjukan di Asia Tenggara dapat dibagi menjadi 4 periode yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Periode pra-sejarah, sekitar 2500SM-100M.&lt;br /&gt;2. Periode masuknya kebudayaan India, 100-1000.&lt;br /&gt;3. Periode masuknya pengaruh Islam, 1300-1750.&lt;br /&gt;4. Periode masuknya negara barat, 1750-akhir perang dunia ke-2.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/SthIpUJgbKI/AAAAAAAAABE/n4TtkHoCWS0/s1600-h/tari-bali21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 244px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/SthIpUJgbKI/AAAAAAAAABE/n4TtkHoCWS0/s320/tari-bali21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393140428396588194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan masyarakat dan keseniannya tidak merupakan perkembangan yang terputus satu sama lain, melainkan saling berkesinambungan dan tidak terputus.&lt;br /&gt;yang harus kita jaga dan kita kembangkan,untuk membuktikan klu indonesia itu penuh dengan ke aneka ragaman BUDAYA DAN ANEKA TARIAN.Budaya INDONESIA punya seni tari yang bermacam-macam bentuk dan karakter sendiri-sendiri,salah satunya tari bali,yang punya karakter tari yang sangat indah karna matanya dan liukan tubuhnya yang kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://MACAMMACAMTARIANJAWA"&gt;&lt;b&gt;TARIAN JAWA&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;!--==== THESE LINES BELOW USING MODEL TYPE 2a ====--&gt; &lt;br /&gt; &lt;img src="http://www.jawatengah.go.id/ttg_jateng/images/tari1.jpg" align="left" /&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tarian merupakan bagian yang menyertai perkembangan pusat baru ini. Ternyata pada masa kerajaan dulu tari mencapai tingkat estetis yang tinggi. Jika dalam lingkungan rakyat tarian bersifat spontan dan sederhana, maka dalam lingkungan istana tarian mempunyai standar, rumit, halus, dan simbolis. Jika ditinjau dari aspek gerak, maka pengaruh tari India yang terdapat pada tari-tarian istana Jawa terletak pada posisi tangan, dan di Bali ditambah dengan gerak mata.&lt;br /&gt;Tarian yang terkenal ciptaan para raja, khususnya di Jawa, adalah bentuk teater tari seperti wayang wong dan bedhaya ketawang. Dua tarian ini merupakan pusaka raja Jawa. Bedhaya Ketawang adalah tarian yang dicipta oleh raja Mataram ketiga, Sultan Agung (1613-1646) dengan berlatarbelakang mitos percintaan antara raja Mataram pertama (Panembahan Senopati) dengan Kangjeng Ratu Kidul (penguasa laut selatan/Samudra Indonesia) (Soedarsono, 1990). Tarian ini ditampilkan oleh sembilan penari wanita. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/528509270566599900-3117385870077485794?l=info-wisatabudaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/feeds/3117385870077485794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=528509270566599900&amp;postID=3117385870077485794&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/3117385870077485794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/3117385870077485794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/2009/10/indonesia.html' title='टारियन INDONESIA'/><author><name>kesenian.budaya.tradisional.indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09367158636728233982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/SthIWIlps9I/AAAAAAAAAA8/s232K8env7c/s72-c/b3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-528509270566599900.post-2572907220218411557</id><published>2009-10-19T21:23:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T21:25:47.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LIBURAN'/><title type='text'>KESENIAN DAN BUDAYA TRADISIONAL INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/St06LQHzK8I/AAAAAAAAADU/fsmkYxyC9SQ/s1600-h/REOG.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 352px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/St06LQHzK8I/AAAAAAAAADU/fsmkYxyC9SQ/s320/REOG.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394531893640375234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;BUDAYA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs ini diharapkan mampu untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan perangkat-perangkatnya untuk melakukan pendaftaran dan basis data bersama seluruh artifak kebudayaan nasional dengan pelibatan semua pihak se-nusantara.&lt;br /&gt;* membiasakan generasi muda menggunakan berbagai fasilitas teknologi informasi untuk keperluan yang terkait dengan pelestarian dan apresiasi kebudayaan nasional Indonesia.&lt;br /&gt;* mendorong daya kreasi pengembangan sains dan teknologi yang ber-inspirasi dari kekayaan yang bersumber pada berbagai aspek kebudayaan tradisional Indonesia yang sangat bhinneka bagi kemajuan peradaban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal terkait data dan kajian budaya, IACI menjalin kerjasama dengan Yayasan TIKAR dalam mewujudkan ENSIKLOPEDI &lt;a href="http://budayaindonesia/"&gt;BUDAYA&lt;/a&gt; NUSANTARA, yang secara sinambung terkait dengan pengumpulan data partisipatif yang dilakukan melalui situs ini dan kajian dari mereka yang ahli di bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara melalui kegiatan IACI diharapkan beberapa hal dapat dicapai, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* meningkatkan partisipasi dan apresiasi masyarakat umum, khususnya kaum muda Indonesia terhadap kekayaan kebudayaan nasional yang bersumber pada tradisi kultural daerah.&lt;br /&gt;* memikirkan perlindungan hukum internasional atas kekayaan kebudayaan nusantara raya.&lt;br /&gt;* mendorong visi kemasyarakatan dalam wadah persatuan dan kesatuan bangsa yang utuh dalam kesadaran akan diversitas budaya yang tinggi di Indonesia.&lt;br /&gt;* mengupayakan kebangkitan bangsa akan kebajikan dan kebijaksanaan yang bersumber pada budaya dan tradisi bangsa Indonesia dalam kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang berlandaskan pada kreativitas dan inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat dan keprihatinan akan budaya bangsa ini juga menjadi latar belakang pendirian Forum Kebudayaan Indonesia, yakni kelembagaan bersama yang diharapkan mampu menjadi forum revitalisasi budaya bangsa dengan visi 2008-2028. Dengan visi menjadi bangsa Indonesia yang berkarakter (mempunyai jati diri), bermartabat dan terhormat, maka diharapkan dapat dijalankan beberapa misi umum:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Memelihara warisan budaya bangsa (national heritage)&lt;br /&gt;* Menanamkan nilai-nilai budaya lokal/ nasional yang positif dan konstruktif&lt;br /&gt;* Menyaring budaya asing yang masuk melalui aktualisasi budaya&lt;br /&gt;* Memfasilitasi kegiatan budaya yang belum dengan membiayai kegiatannya sendiri (self-                 finance)&lt;br /&gt;* Menggalang semua potensi budaya yang ada melalui “Manajemen Budaya” Tata Kelola Kebudayaan yang Baik dan Benar (Good Cultural Management/ Good Cultural Governance)&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Kebudayaan Indonesia&lt;/b&gt;dapat didefinisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum bentuknya nasional Indonesia pada tahun 1945. Seluruh kebudayaan lokal yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama &lt;span class="mw-redirect"&gt;Hindu&lt;/span&gt; dan Buddha di &lt;a href="http://kekayaanalamnusantara/" title="Nusantara"&gt;Nusantara&lt;/a&gt; jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama Islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedatangan penjelajah dari Eropa sejak abad ke-16 ke Nusantara, dan penjajahan yang berlangsung selanjutnya, membawa berbagai bentuk &lt;span class="new"&gt;kebudayaan Barat&lt;/span&gt; dan membentuk kebudayaan Indonesia modern sebagaimana yang dapat dijumpai sekarang. Teknologi, sistem organisasi dan politik, sistem sosial, berbagai elemen budaya seperti &lt;span class="new"&gt;boga&lt;/span&gt;, busana, perekonomian, dan sebagainya, banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang lambat-laun terintegrasi dalam masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;TARIAN INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/SthIWIlps9I/AAAAAAAAAA8/s232K8env7c/s1600-h/b3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 351px; height: 249px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/SthIWIlps9I/AAAAAAAAAA8/s232K8env7c/s320/b3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393140098875896786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tarian adalah ekspresi jiwa dalam bentuk gerak yang biasanya dipadu dengan alunan musik. Tarian terkait pula dengan momen, dapat melukiskan tentang suatu peristiwa: perang, suasana duka, penghormatan pada raja, atau pengejawantahan sebuah norma, misalnya seperti pengabdian seorang perempuan dalam budaya Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan tari di Indonesia berhubungan erat dengan perkembangan masyarakat. James R. Brandon (1967) membagi perkembangan pertunjukan di Asia Tenggara dapat dibagi menjadi 4 periode yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Periode pra-sejarah, sekitar 2500SM-100M.&lt;br /&gt;2. Periode masuknya kebudayaan India, 100-1000.&lt;br /&gt;3. Periode masuknya pengaruh Islam, 1300-1750.&lt;br /&gt;4. Periode masuknya negara barat, 1750-akhir perang dunia ke-2.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/SthIpUJgbKI/AAAAAAAAABE/n4TtkHoCWS0/s1600-h/tari-bali21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 244px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/SthIpUJgbKI/AAAAAAAAABE/n4TtkHoCWS0/s320/tari-bali21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393140428396588194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan masyarakat dan keseniannya tidak merupakan perkembangan yang terputus satu sama lain, melainkan saling berkesinambungan dan tidak terputus.&lt;br /&gt;yang harus kita jaga dan kita kembangkan,untuk membuktikan klu indonesia itu penuh dengan ke aneka ragaman BUDAYA DAN ANEKA TARIAN.Budaya INDONESIA punya seni tari yang bermacam-macam bentuk dan karakter sendiri-sendiri,salah satunya tari bali,yang punya karakter tari yang sangat indah karna matanya dan liukan tubuhnya yang kas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;MUSIK DAN LAGU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik dan &lt;a href="http://lagutradisionalindonesia/"&gt;lagu&lt;/a&gt; merupakan ekspresi perasaan manusia, baik dari sisi pembuat lagu maupun penikmat dari musik tersebut. Syair dan melodi/irama daru karya musik dapat mengungkap suatu peristiwa, karakter kolektif dari masyarakat, hingga proses akulturasi yang melatar belakanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap suku dan identitas kolektif dari mereka yang tinggal di kepulauan Indonesia tentu memiliki lagu yang lahir dari interaksi sosial terkait tempat tinggal dan latar belakang suku yang menyertainya. Musik merupakan ekspresi jiwa dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal nada yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. Alunan nada seperti apakah yang disukai oleh orang Toraja? Apakah lagu yang menurut orang-orang di Jawa Barat indah dekat dengan lagu-lagu dari Jawa Tengah? Seberapa berbeda lagu Apuse dengan Ati Raja? Sepertihalnya desain arsitektur dan motif, hubungan ini juga dapat dikaji dengan menggunakan konsep Pohon Filomemetika. Sebuah aplikasi filomemetika musik yang disertai &lt;i&gt;preview&lt;/i&gt; dari masing-masing lagu dapat diakses di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA LAGU TRADISIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StcSpFnelgI/AAAAAAAAAAk/VyJxnPySxFI/s1600-h/filomuz.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 285px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StcSpFnelgI/AAAAAAAAAAk/VyJxnPySxFI/s320/filomuz.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392799575891154434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berikut adalah data lagu-lagu dalam kontribusi para Sahabat Budaya IACI seperti anda. Data ini diharapkan terus ditambah dengan partisipasi anda untuk ikut memotret secara digital lagu tradisional yang anda temukan dan ketahui merupakan bagian dari tradisi budaya kepulauan Indonesia. Silakan ikuti Ketentuan Memuat Data dan Instruksi Tambah Data dan segera &lt;i&gt;upload&lt;/i&gt; lagu atau musik yang anda rasa perlu memperkaya basis data kita sebagai bangsa Indonesia. Data anda bisa dalam format .ogg, .mp3, ataupun .mid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Daftar Nama Lagu Daerah Musik Tradisional Khas Budaya Nasional - Kebudayaan Nusantara Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Lagu Ampar-Ampar Pisang berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Anak Kambing Saya  berasal dari daerah / provinsi NTT&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Angin Mamiri  berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Anju Ahu  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Apuse  berasal dari daerah / provinsi Papua&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ayam Den Lapeh  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Barek Solok  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Batanghari  berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Bolelebo  berasal dari daerah / provinsi Nusa Tenggara Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Bubuy Bulan  berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Bungong Jeumpa berasal dari daerah / provinsi NAD&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Burung Tantina  berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Butet  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Cik-Cik Periuk  berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Cing Cangkeling berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Dago Inang Sarge berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Dayung Palinggam berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Dek Sangke  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Desaku  berasal dari daerah / provinsi NTT&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Esa Mokan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Gambang Suling berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Gek Kepriye berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Goro-Gorone  berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Gundul Pacul  berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Haleleu Ala De Teang berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Fluhatee  berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu llir-llir  berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Indung-Indung berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Timur&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Injit-Injit Semut  berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Jali-Jali berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Jamuran berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kabile-bile berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kalayar  berasal dari daerah / provinsi Kalimatan Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kambanglah Bungo berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kampung nan Jauh Di Mato berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ka Parak Tingga  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Keraban Sape  berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Keroncong Kemayoran berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kicir-Kicir berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Kole-Kole berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Lalan Belek berasal dari daerah / provinsi Bengkulu&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Lembah Alas berasal dari daerah / provinsi NAD&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Lipang Lipangdang berasal dari daerah / provinsi Lampung&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Lisoi berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Macep-cepetan berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Madedek Magambiri berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Malam Baiko  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Mande-Mande  berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Manuk Dadali  berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ma Rencong  berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Mejangeran  berasal dari daerah / provinsi Baii&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Meriam Tomong  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Meyong-Meyong berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Moree berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Na Sonang Dohita Nadua berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ngusak Asik berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Nuluya berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu 0 Ina Ni Keke berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ole Sioh berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu 0 Re Re berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Orlen-Orlen berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu 0 Ulate berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Pai Mura Rame berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Pakarena  berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Palu Lempong Pupoi berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Panon Hideung  berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Paris Barantai  berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Peia Tawa-Tawa berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tenggara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Pileuleuyan berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Pinang Muda berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Pitik Tukung berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Potong Bebek  berasal dari daerah / provinsi NTT&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Putri Ayu  berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Rambadia  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Rang Talu  berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Rasa Sayang-Sayange  berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Ratu Anom berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Saputanga Bapuncu Ampat berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sarinande berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Selendang Mayang berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sengko-Sengko berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sepakat Segenap berasal dari daerah / provinsi DI Aceh&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sinanggar Tulo berasal dari daerah / provinsi Sumatera Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sing Sing So berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sinom  berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sipatokahan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Sitara Tillo berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Soleram berasal dari daerah / provinsi Riau&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Surilang berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Suwe Ora Jamu berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tahanusangkara berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tanduk Majeng berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tanase berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tari Tanggai berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tebe O Nana berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tekate Dipanah berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tokecang berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tondok Kadindangku berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tope Gugu berasal dari daerah / provinsi SulawesiTengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tumpi Wayu berasal dari daerah / provinsi KalimantanTengah&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Tutu Koda  berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lagu Yamko Rambe Yamko berasal dari daerah / provinsi Papua&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;WISATA KITA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, dan sekitar 6000 di antaranya tidak berpenghuni, yang menyebar disekitar khatulistiwa, sehingga memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6° LU - 11°08′ LS dan dari 95°’ BB - 141°45′ BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlNzuhYYAI/AAAAAAAAABU/vxYspiubGZs/s1600-h/rajaampatmm4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlNzuhYYAI/AAAAAAAAABU/vxYspiubGZs/s320/rajaampatmm4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393427579809587202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan sekitar 300 kelompok etnis , dimana tiap etnis memiliki budaya yang berkembang selama berabad-abad, yang dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, dan Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlOsvPDkqI/AAAAAAAAABc/2dU21E5aTYg/s1600-h/seni_tari.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlOsvPDkqI/AAAAAAAAABc/2dU21E5aTYg/s320/seni_tari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393428559253705378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatra seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Nanggroe Aceh Darussalam. Selain itu, seni pantun, gurindam, dan sebagainya juga terdapat di berbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya yang sering dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain. Oleh karena itu, Indonesia kaya akan beragam warisan budaya yang sangat menarik bagi para wisatawan, baik dari dalam maupun dari luar negri. Sebab itu pula website &lt;a href="http://wisataindonesia/google.com"&gt;Wisata Indonesia&lt;/a&gt; Anda ini memiliki tujuan untuk mengenalkan lebih dalam lagi kepada masyarakat luas mengenai potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh Indonesia. Yang dapat dipergunakan sebagai referensi sebelum anda berpergian, ataupun untuk menambah wawasan tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wisata Sulawesi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="top_mag_titles"&gt;      &lt;a href="http://tempatwisatasulawesi/"&gt;Tana Toraja&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Tana Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama Tongkonan. Atapnya terbuat dari daun nipa atau kelapa dan mampu bertahan sampai 50 tahun. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan. &lt;p&gt;Selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini di Tana Toraja. Ada juga kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 - 7 tahun.&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlS279mwLI/AAAAAAAAABk/8gjzVBPvKP4/s1600-h/tana_toraja.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 321px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlS279mwLI/AAAAAAAAABk/8gjzVBPvKP4/s320/tana_toraja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393433132515377330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tana Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penempatan jenazah bayi di pohon ini juga disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi pula tempat bayi yang dikuburkan di batang pohon Tarra tersebut. Bahkan, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Event menarik di kawasan wisata ini yaitu adanya upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan rambu tuka (pesta syukuran) yang merupakan kalender tetap tiap tahun. Selain event tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat obyek wisata budaya menarik lainnya seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk “kontainer” ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Wisata Papua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="top_mag_titles"&gt;      &lt;a href="http://tempatwisatapapua/"&gt;Raja Ampat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini. &lt;p&gt;Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlUj7i0NcI/AAAAAAAAABs/JvLoJR8r4hc/s1600-h/raja_ampat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 322px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlUj7i0NcI/AAAAAAAAABs/JvLoJR8r4hc/s320/raja_ampat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393435005008754114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini. &lt;p&gt;Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara P. Waigeo dan P. Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlVKrU__4I/AAAAAAAAAB0/F2DFum6wLfs/s1600-h/raja_ampat_diving.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlVKrU__4I/AAAAAAAAAB0/F2DFum6wLfs/s320/raja_ampat_diving.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393435670670737282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis pigmy seahorse atau kudalaut mini, wobbegong dan Manta ray. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Manta Ray yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung. &lt;p&gt;Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan. Ada juga pesawat karam peninggalan perang dunia ke II yang bisa dijumpai di beberapa tempat penyelaman menjadikan tempat yang bagus untuk wreck dive seperti di P. Wai. Dan masih banyak lagi situs terumbu karang yang sebenarnya belum pernah dijamah. Ini menjadikan penyelaman di Raja Ampat terasa lebih menantang.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wisata Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="top_mag_titles"&gt;      &lt;a href="http://temapwisatakalimantan/"&gt;Pasar Terapung Muara Kuin&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Dengan menyaksikan panoramanya, wisatawan seakan-akan sedang tamasya. Jukung-jukung dengan sarat muatan barang dagangan sayur mayur, buah-buahan, segala jenis ikan dan berbagai kebutuhan rumah tangga tersedia di pasar terapung. Ketika matahari mulai muncul berangsur-angsur pasar pun mulai menyepi, sang pedagang pun mulai beranjak meninggalkan pasar terapung membawa hasil yang diperoleh dengan kepuasan. &lt;p&gt;Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah berdesak-desakan antara perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang sungai Barito. Pasar terapung tidak memiliki organisasi seperti pada pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan pengunjung atau pembagian pedagang bersarkan barang dagangan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlXaqURNjI/AAAAAAAAAB8/Uf4e31CJTyI/s1600-h/pasar_terapung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 311px; height: 216px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlXaqURNjI/AAAAAAAAAB8/Uf4e31CJTyI/s320/pasar_terapung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393438144300398130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk, sesuatu yang unik dan langka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Obyek wisata ini sering dianggap sebagai daya tarik yang fantastik, Banjarmasin bagaikan Venesia di Timur Dunia, karena keduanya memiliki potensi wisata sungai. Namun kedua kota berbeda alam dan latar belakang budayanya. Di Banjarmasin masih banyak ditemui di sepanjang sungai rumah-rumah terapung yang disebut rumah lanting, yang selalu oleng dimainkan gelombang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daerah Kuin merupakan tipe permukiman yang berada di sepanjang aliran sungai (waterfront village) yang memiliki beberapa daya tarik pariwisata, baik berupa wisata alam, wisata budaya maupun wisata budaya. Kehidupan masyarakatnya erat dengan kehidupan sungai seperti pasar terapung, perkampungan tepian sungai dengan arsitektur tradisionalnya. Hilir mudiknya aneka perahu tradisional dengan beraneka muatan merupakan atraksi yang menarik bagi wisatawan, bahkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi desa wisata sehingga dapat menjadi pembentuk citra dalam promosi kepariwisataan Kalimantan Selatan. Masih di kawasan yang sama wisatawan dapat pula mengunjungi Masjid Sultan Suriansyah dan Komplek Makam Sultan Suriansyah, pulau Kembang, pulau Kaget dan pulau Bakut. Di Kuin juga terdapat kerajinan ukiran untuk ornamen rumah Banjar.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Nusa Kambangan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tempatwisatadijawa/"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://tempatwisatadijawa/"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tempat Wisata Jawa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;Nusa Kambangan adalah nama sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Pemasyarakatan (LP) berkeamanan tinggi di Indonesia. Pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap dan tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia. Untuk mencapai pulau ini orang harus menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan khusus di Cilacap selama kurang-lebih lima menit. Pelabuhan feri pulau ini bernama Wijayapura.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semula terdapat sembilan LP di Nusa Kambangan (untuk narapidana dan tahanan politik), namun kini yang masih beroperasi hanya tinggal empat, yaitu LP Batu (dibangun 1925), LP Besi (dibangun 1929), LP Kembang Kuning (tahun 1950), dan LP Permisan (tertua, dibangun 1908). Lima lainnya, yaitu Nirbaya, Karang Tengah, Limus Buntu, Karang Anyar, dan Gleger telah ditutup. Wilayah selatan pulau menghadap langsung ke Samudera Indonesia dengan pantai berkarangnya dan ombak besar. Wilayah utara menghadap Cilacap dan dikelilingi kampung-kampung nelayan sepanjang hutan bakau, antara lain Kampung Laut dan Jojog.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlfFgOZoOI/AAAAAAAAACE/xEZ9x39__kA/s1600-h/nusa_kambangan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlfFgOZoOI/AAAAAAAAACE/xEZ9x39__kA/s320/nusa_kambangan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393446576907198690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penghuni Nusakambangan hanya para narapidana dan pegawai LP beserta keluarganya, di bawah pengawasan Departemen Kehakiman dan Pemda Cilacap. Keluar-masuk pulau ini harus memiliki ijin khusus dengan prosedur tertentu. Anak-anak para pegawai bersekolah di SD yang tersedia di dalam pulau. Untuk meneruskan ke tingkat lanjutan (SMP, SMU, atau perguruan tinggi), mereka harus bersekolah di Cilacap atau kota lainnya di Pulau Jawa. &lt;p&gt;Pulau Kambangan, yang berstatus sebagai cagar alam, selain sering digunakan untuk latihan militer, juga merupakan habitat bagi pohon-pohon langka, namun banyak yang telah ditebang secara liar. Saat ini yang tersisa kebanyakan adalah tumbuhan perdu, nipah, dan belukar. Kayu pawlar yang hanya dapat ditemukan di pulau ini banyak dicuri karena setelah dikeringkan, mempunyai kualitas yang setara dengan kayu dari Kalimantan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara tradisional, penerus dinasti Kesultanan Mataram sering melakukan ritual di pulau ini dan menjadikannya sebagai “hutan ritual”. Di bagian barat pulau, di sebuah gua yang terletak di areal hutan bakau, ada semacam prasasti peninggalan zaman VOC. Di ujung timur, di atas bukit karang, berdiri menara mercusuar Cimiring dan benteng kecil peninggalan Portugis. Berbagai macam tumbuhan khas ritual budaya Jawa ditanam di sini. Nusa Kambangan tercatat sebagai pertahanan terakhir dari tumbuhan wijayakusuma yang sejati. Dari sinilah nama pulau ini berasal: Nusa Kembangan, yang berarti “pulau bunga-bungaan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pelabuhan feri utama yang ada di Nusakambangan adalah Pelabuhan Sodong, khusus untuk kepentingan transportasi keluarga dan pegawai serta narapidana.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pantai Pandansimo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://tempatwisatayogyakarta/"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Tempat Wisata Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pantai Pandansimo ini letaknya bersebelahan dengan Muara Sungai Progo. Deburan ombak yang besar dan liar, suasana mistis yang masih kental dengan banyaknya petilasan yang keramat, hiruk pikuk nelayan berjuang melawan ganasnya ombak merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pandansimo berasal dari kata Pandan yang berarti Pohon Pandan dan Simo yang yang berarti Macan. Pantai Pandansimo berada di Desa Poncosari atau sekitar 30 km dari Yogyakarta ke arah Selatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StllezECRiI/AAAAAAAAACM/A3IKTMVw0zA/s1600-h/pantai_pandansimo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 395px; height: 288px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StllezECRiI/AAAAAAAAACM/A3IKTMVw0zA/s320/pantai_pandansimo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393453608530495010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Pada zaman Raja Hamengkubuwono VIII pantai ini diresmikan dan dijadikan tempat tirakatan, sekaligus kampung nelayan. Disini ada pasar ikan, dan ada padepokan yang dibangun dengan model khas bangunan Jawa. &lt;p&gt;Dari jauh, bangunan yang di tengahnya ada pohon pandan ini, nampak seperti simo, harimau. Tetapi setelah dekat, tempat ini terasa sejuk. Maka tempat ini disebut dengan nama Pandan Simo. Tak jauh dari sini ada Pandan Sari, yang juga ramai pada malam-malam tertentu, khususnya malam Jumat Kliwon. Juga ada Pandan Payung, sekitar satu kilometer arah ke barat. Disini agak sepi dan dikitari padang pasir yang cukup luas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pantai sepanjang Pandan Simo tidak cocok untuk berenang. Sangat dalam dan curam. Tetapi pemandangannya sangat bagus, terutama pada pagi hari sekitar jam 5.30 sampai jam 6.30. Tak jauh dari sini ada pelabuhan baru yang sedang dibangun, pelabuhan untuk para nelayan. Ikan-ikan yang dijual di sini cukup murah, sekitar Rp 20.000,00 per kg.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;PANTAI PARANG TRITIS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://tempatwisatayogyakarta/"&gt;Tempat Wisata Yogyakarta&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Parangtritis, adalah sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal dan Pantai Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung - gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlngL5KTVI/AAAAAAAAACU/Bsmj8lS7UPk/s1600-h/pantai_parangtritis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 409px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlngL5KTVI/AAAAAAAAACU/Bsmj8lS7UPk/s320/pantai_parangtritis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393455831398894930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. lokasi lain adalah pantai parang kusumo dimana di pantai tersebut terdapat tempat konon untuk pertemuan antara raja jogjakarta dengan ratu laut selatan. &lt;p&gt;Pada hari-hari tertentu (biasa bulan suro) di sini dilakukan persembahan sesajian (Labuhan) bagi Ratu Laut Selatan atau dalam bahasa Jawa disebut Nyai Rara Kidul. Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini. Pantai Parangtritis menjadi tempat kunjungan utama wisatawan terutama pada malam tahun baru Jawa (1 muharram/Suro). Di Parangtritis ada juga kereta kuda atau kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Museum Mpu Tantular&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tempatwisatasurabaya/"&gt;Tempat Wisata Surabaya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eks Museum Mpu Tantular ini merupakan perkembangan dari museum sejarah Stedelijk di Surabaya yang didirikan oleh Von Vaber dari Jerman, yang saat ini dia sudah menjadi warga Surabaya. Gedung ini berdiri sejak tahun 1933, dan baru diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937 di Jalan Pemuda 33 Surabaya. &lt;p&gt;Ide dibangunnya museum oleh Von Vaber yaitu untuk mengungkapkan sejarah kota Surabaya sebagai kota kelahiran. Mempersembahkan suatu Lembaga Kebudayaan yang pada akhirnya diwujudkan dalam bentuk museum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlsB5j0d7I/AAAAAAAAACc/4n5Cb_NrFpA/s1600-h/museum_mpu_tantular.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 368px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StlsB5j0d7I/AAAAAAAAACc/4n5Cb_NrFpA/s320/museum_mpu_tantular.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393460808639608754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usaha-usaha ini dirintis oleh Von Vaber dimulai dengan mengumpulkan data secara sistematis sebagai bahan penulisan buku “OLD SURABAYA” (Surabaya Lama). Setelah buku tersebut dapat diterbitkan, langkah berikutnya adalah penulisan buku “NEW SURABAYA” (Surabaya Baru) yang diterbitkan tahun 1933.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demi menjaga kelangsungan hidup museum maka museum Mpu Tantular ditempatkan dibawah yayasan Pendidikan Umum. Selanjutnya timbul inisiatif untuk menyerahkan museum ini kepada Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Timur. Peresmian dilakukan pada tanggal 1 Nopember 1974. Selanjutnya Museum Negeri Jawa Timur ini diberi nama Mpu Tantular dengan lokasi awalnya dijalan Pemuda 3 Surabaya. Karena penambahan koleksinya maka pada pertengahan bulan September - Oktober 1975 museum ini dipindahkan ke Jalan Taman Mayangkara 6 Surabaya, yang peresmiannya pada tanggal 12 Agustus 1977.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bangunan eks museum ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian depan (gedung utama) dan bagian belakang (gedung baru). Gedung utama digunakan untuk pameran tetap yang dilanjutkan di gedung baru pada lantai bawah bagian Timur. Lantai atas digunakan untuk ruang Tata Usaha dan Ruang Kepala Museum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada gedung baru lantai bawah sebelah Barat digunakan untuk Laboratorium Konservasi (Preparasi) dan Ruang Pameran Temporer, sedangkan pada bagian atasnya digunakan untuk ruang Perpustakaan dan Ruang Auditorium.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gedung eks Museum Mpu Tantular Surabaya berada di Jl. Taman Mayangkara No. 6 Surabaya, mempunyai lokasi yang strategis, karena berada diantara Jalan Raya Darmo dan Jalan Diponegoro dan Lokasi ini berseberangan dengan kebun binatang Surabaya.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Kebun Binatang Surabaya&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://tempatwisatasurabaya/"&gt;Tempat Wisata Surabaya&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Kebun Binatang Surabaya (KBS) adalah salah satu kebun binatang yang populer di Indonesia, terletak di jalan Setail No. 1 Surabaya, KBS merupakan kebun binatang yang pernah terlengkap se-Asia Tenggara, didalamnya terdapat lebih dari 351 spesies satwa yang berbeda yang terdiri lebih dari 2.806 binatang. Termasuk didalamnya satwa langka Indonesia maupun dunia terdiri dari Mamalia, Aves, Reptilia, Pisces.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StltoixTPdI/AAAAAAAAACk/Tv0Y3T9AUzs/s1600-h/kbs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 394px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/StltoixTPdI/AAAAAAAAACk/Tv0Y3T9AUzs/s320/kbs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393462572048661970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;KBS merupakan tempat wisata yang menarik karena faktor letaknya yang berada di tengah-tengah kota Surabaya, diantara kesibukan kota metropolis ternyata masih dapat kita temukan tempat berbagai macam satwa yang sebagian besar biasanya hidup di alam bebas, hal ini dapat menjadi semacam tolak ukur bagi manusia untuk tetap menjaga keseimbangan alam dalam melestarikan satwa dan juga bagi anak-anak kecil mengunjungi KBS merupakan bagian pendidikan yang secara tidak langsung berguna untuk mengenal berbagai macam satwa yang ada supaya tertanam sejak dini perasaan mencintai seluruh alam dan isinya. Selain itu, KBS merupakan taman satwa yang artinya tempat atau wadah dengan fungsi utama konservasi ex-situ yang melakukan usaha perawatan dan penangkaran berbagai jenis satwa dalam rangka membentuk dan mengembangkan habitat baru sebagai sarana perlindungan dan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pengembangan IPTEK serta untuk sarana rekreasi alam yang sehat. &lt;p&gt;Sasaran akhir taman satwa ini adalah : memperluas pemahaman dan apresiasi masyarakat tentang fungsi taman satwa, meningkatkan upaya kesejahteraan satwa, menciptakan kaitan antara konservasi ex-situ dengan in-situ, membentuk jaringan global antar taman satwa. Program pendidikan dan penelitian di Kebun Binatang Surabaya melaksanakan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan wahana keilmuan bagi masyarakat dan merupakan laboratorium hidup untuk lebih mencintai dan menghargai flora dan fauna sebagai kekayaan alam milik kita bersama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selama ini pada hari minggu atau hari-hari libur lainnya, KBS selalu dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai daerah, kota, bahkan turis mancanegara. Kalau dilihat sepintas perkembangan Kebun Binatang Surabaya sangat baik dan pantas untuk dibanggakan sebagai obyek wisata di Jawa Timur dan di Surabaya pada khususnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/seni-dan-budaya.html"&gt;Seni dan Budaya&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;sebenarnya indonesia sangatlah kaya akan karya seni dan budaya yang tidak dimiliki oleh negara lain, tapi sayang akhir-akhir ini banyak karya seni dan budaya indonesia yang di klaim oleh negara lain, itu karena warga indonesia sendiri yang tidak mau menghargai karya seni dan budayanya, bahkan mereka cenderung menyukai produk negara lain atau luar negeri, padahal di luar sana banyak negara yang iri dengan kekayaan seni dan budaya indonesia sampai-sampai mereka berani mengklaim kesenian dan kebudayaan negara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/kesenian-wayang.html"&gt;Kesenian Wayang&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKRYVvSrWI/AAAAAAAAAAs/bb-vvKT6Sxw/s1600-h/wyg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 191px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKRYVvSrWI/AAAAAAAAAAs/bb-vvKT6Sxw/s320/wyg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328481156471106914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari kata wayangan, yaitu sumber ilham dalam menggambar wujud tokoh dan cerita.&lt;br /&gt;Wayang merupakan suatu karya bangsa yang telah dikenal sejak1500 SM dan dalam perkembanganya bersentuhan dengan unsur lain dan terus berkembang sehingga menciptakan wujud dan isinya seperti saat ini.&lt;br /&gt;Wayang berfungsi sebagai media penerangan, pendidikan, dan komunikasi masa,&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan hindu masuk masuk di indonesia dan mulai berkembang pada masa hindu jawa.&lt;br /&gt;pertunjukan kesenian wayangmerupakan sisa- sisa upacara keagamaan orang jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dinamisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/batik.html"&gt;Batik&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKKs-JV94I/AAAAAAAAAAk/i_Md4vPJO44/s1600-h/by.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 212px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKKs-JV94I/AAAAAAAAAAk/i_Md4vPJO44/s320/by.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328473814333781890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Batik adalah gambar atau lukisan yang di buwat pada kain dengan bahan lilin dan pewarna, yang menggunakan alat canting atau kuas serta teknik tutup celup. Batik dapat berupa gambar pola ragam hias atau lukisan yang ekspresif.&lt;br /&gt;sejarah batik indonesia berkaitan dengan perkembangan  kerajaan majapahit dan kerajaan sesudahnya.&lt;br /&gt;batik merupakan karya seni budaya yang di kagumi dunia,di antara ragam tradisional yang di hasilkan dengan teknologi celup canting. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas,Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/kesenian-reog.html"&gt;Kesenian Reog&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKDuKG_J1I/AAAAAAAAAAc/xDhHfXDBhV0/s1600-h/reog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfKDuKG_J1I/AAAAAAAAAAc/xDhHfXDBhV0/s320/reog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328466138143598418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari ponorogo jawa timur.Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat, reog terdiri dari topeng kepala harimau yang besar dan burung merak di atasnya, orang yang memainkan reog harus memakai topeng reog yang besar itu serta mengangkatnya.&lt;/p&gt;dalam pengalamanya seni reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Seni reog terdiri dari beberapa rangkain 2 sampai 3 tarian pembuka. Berikutnya adalah tarian yang di bawakan oleh 6 - 8 gadisyang menaiki kuda.Reog masa kini biasanya di pentaskan dalam beberapa acara seperti pernikahan khitanan, hari-hari besar nasional dan lain- lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/angklung.html"&gt;Angklung&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfGLP3tT_VI/AAAAAAAAAAU/13DnQQ4MOec/s1600-h/ang.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 170px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfGLP3tT_VI/AAAAAAAAAAU/13DnQQ4MOec/s320/ang.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328192938924309842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah alat musik tradisional dari daerah jawa barat, alat musik ini terbuat dari bambu, dapat di mainkan sendiri juga dapat di padukan dengan alat musik lain,namun umumnya di mainkan secara massal.&lt;br /&gt;instrumen angklung terdiri atas : angklung melody, angklung pengiring, dan angklung bass. musik angklung digunakan untuk sarana ronda malam, pesta panen, dan pesta perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt; dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.Bahkan sejak 1966, udjo ngalagena tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://muritepakanton.blogspot.com/2009/04/musik-lesung.html"&gt;Musik Lesung&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfGHof0GnnI/AAAAAAAAAAM/KCYcbcwrJIg/s1600-h/lesung.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 171px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_r9G4Xj8Ecqo/SfGHof0GnnI/AAAAAAAAAAM/KCYcbcwrJIg/s320/lesung.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328188963960561266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari blora jawa tengah, lesung adalah alat untuk menumbuk padi. saat para ibu-ibu menumbuk padi mereka juga sambil berdendang (bernyanyi), lagu lagu yang di lantunkan biasanya lagu lagu jawa.&lt;br /&gt;instrumen lesung terdiri dari : alu lantan dengan lesung.&lt;br /&gt;Lesung sendiri sebenarnya hanya wadah cekung, biasanya dari kayu besar yang dibuang bagian dalamnya.Gabah yang akan diolah ditaruh di dalam lubang tersebut.Padi atau gabah lalu ditumbuk dengan alu, tongkat tebal dari kayu, berulang-ulang sampai beras terpisah dari sekam.&lt;br /&gt;Setelah zaman kian maju, membersihkan padi dengan lesung ditinggalkan, karena di nilai kurang dapat memperoleh hasil yang banyak.Kini lesung tetap di lestarikan sebagai kesenian tradisional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/528509270566599900-2572907220218411557?l=info-wisatabudaya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/feeds/2572907220218411557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=528509270566599900&amp;postID=2572907220218411557&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/2572907220218411557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/528509270566599900/posts/default/2572907220218411557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://info-wisatabudaya.blogspot.com/2009/10/kesenian-dan-budaya-tradisional.html' title='KESENIAN DAN BUDAYA TRADISIONAL INDONESIA'/><author><name>kesenian.budaya.tradisional.indonesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09367158636728233982</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_8PeUdhbLFBE/St06LQHzK8I/AAAAAAAAADU/fsmkYxyC9SQ/s72-c/REOG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
